KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Koalisi sipil Publish What You Pay (PWYP) Indonesia mendesak anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026-2030 untuk menyikapi tingginya ketergantungan Indonesia pada Bahan Bakar Minyak (BBM). Merujuk pada Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Indonesia seharusnya mulai menghentikan impor BBM pada tahun 2025. Namun, PWYP melihat impor BBM tahun 2024 masih mencapai 31,95 juta kiloliter (KL) dan diproyeksikan masih meningkat. Koordinator Nasional Koalisi PWYP Indonesia, Aryanto Nugroho mengatakan, kenaikan impor BBM ini menjadi sinyal bahwa kemandirian energi Indonesia sedang diuji. Menurutnya, DEN harus memastikan revisi RUEN ke depan memiliki strategi konkret untuk menekan ketergantungan fosil.
DEN Dituntut Tegas, Pastikan Revisi RUEN Ada Strategi Tekan Ketergantungan BBM Fosil
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Koalisi sipil Publish What You Pay (PWYP) Indonesia mendesak anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026-2030 untuk menyikapi tingginya ketergantungan Indonesia pada Bahan Bakar Minyak (BBM). Merujuk pada Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Indonesia seharusnya mulai menghentikan impor BBM pada tahun 2025. Namun, PWYP melihat impor BBM tahun 2024 masih mencapai 31,95 juta kiloliter (KL) dan diproyeksikan masih meningkat. Koordinator Nasional Koalisi PWYP Indonesia, Aryanto Nugroho mengatakan, kenaikan impor BBM ini menjadi sinyal bahwa kemandirian energi Indonesia sedang diuji. Menurutnya, DEN harus memastikan revisi RUEN ke depan memiliki strategi konkret untuk menekan ketergantungan fosil.