JAKARTA. Bisnis produsen suku cadang otomotif PT Denso Indonesia kurang memuaskan tahun ini. Perusahaan ini ikut puyeng saat penjualan mobil dan motor tengah lesu darah. A. Hartoyo, Direktur Denso Indonesia memperkirakan, penurunan pesanan suku cadang itu rata-rata 18%-20% sepanjang tahun ini. "Produksi mobil berkurang, sehingga pesanan komponen juga berkurang," kata Hartoyo kepada KONTAN, Selasa (3/11). Semula, anak usaha PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) ini berharap penjualan otomotif di Indonesia bisa menanjak. Sebab, saat penjualan mobil di Indonesia naik, maka pesanan komponen ikutan naik. Sebab, Denso memasok komponen seperti busi, pendingin udara atawa air conditioner, klakson, starter, dan lainnya.
Denso coba genjot ekspor dan diversifikasi
JAKARTA. Bisnis produsen suku cadang otomotif PT Denso Indonesia kurang memuaskan tahun ini. Perusahaan ini ikut puyeng saat penjualan mobil dan motor tengah lesu darah. A. Hartoyo, Direktur Denso Indonesia memperkirakan, penurunan pesanan suku cadang itu rata-rata 18%-20% sepanjang tahun ini. "Produksi mobil berkurang, sehingga pesanan komponen juga berkurang," kata Hartoyo kepada KONTAN, Selasa (3/11). Semula, anak usaha PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) ini berharap penjualan otomotif di Indonesia bisa menanjak. Sebab, saat penjualan mobil di Indonesia naik, maka pesanan komponen ikutan naik. Sebab, Denso memasok komponen seperti busi, pendingin udara atawa air conditioner, klakson, starter, dan lainnya.