Depo Bangunan (DEPO) Tebar Dividen Rp 10,2 Miliar, Bakal Lanjutkan Ekspansi Terukur



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) akan membagikan dividen tunai dengan nilai total sebesar Rp 10,2 miliar atau setara Rp 1,5 per saham. Pembagian dividen ini menjadi salah satu keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada Senin (29/6/2026).

Dalam agenda tersebut, para pemegang saham DEPO menyetujui seluruh agenda yang diajukan. Termasuk pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penggunaan laba bersih, penunjukan akuntan publik, perubahan susunan pengurus Perseroan, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO).

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Caturkarda Depo Bangunan yang efektif berlaku mulai 1 Juli 2026. Henryanto Komala ditunjuk sebagai Direktur Utama, sementara Kambiyanto Kettin diangkat sebagai Komisaris Utama Caturkarda Depo Bangunan.


Baca Juga: Soal Potensi Penurunan Harga BBM Non Subsidi di Bulan Juli, Begini Kata Bahlil

Kambiyanto Kettin menyatakan DEPO akan terus fokus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui kombinasi ekspansi yang terukur, peningkatan efisiensi operasional, penguatan portofolio produk, serta pengembangan kapabilitas digital. DEPO melihat peluang pertumbuhan masih terbuka seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bangunan dan home improvement di berbagai wilayah Indonesia.

"Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan portofolio produk, serta pengembangan jaringan usaha secara selektif dan terukur," ujar Kambiyanto melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Senin (29/6/2026).

Adapun, alokasi dividen yang akan dibagikan oleh DEPO setara dengan 13,24% dari laba bersih yang diraih pada tahun buku 2025 yakni sebesar Rp 77,01 miliar. Selain untuk dividen, DEPO menetapkan pembentukan dana cadangan sebesar Rp 5 miliar sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sementara sisanya akan dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha ke depan.

Kambiyanto mengungkapkan bahwa di tengah dinamika ekonomi global dan persaingan industri yang semakin kompetitif, DEPO bisa mempertahankan kinerja usaha dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 2,87 triliun pada tahun 2025. Capain ini menunjukkan pertumbuhan 2,13% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan Rp 2,81 triliun pada tahun sebelumnya.

Kambiyanto menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan organik di berbagai wilayah operasional DEPO, dengan kontribusi pertumbuhan terbesar berasal dari Bali. Kambiyanto menegaskan, DEPO akan melanjutkan ekspansi jaringan toko dengan mempertimbangkan potensi pasar, kualitas lokasi, dan disiplin investasi yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

"Kami meyakini bahwa ekspansi yang dilakukan secara selektif dan didukung oleh pemahaman pasar yang kuat akan semakin memperkuat posisi Perseroan di industri ritel bahan bangunan nasional," imbuh Kambiyanto.

Baca Juga: Soraya Berjaya (SPRE) Memacu Pemasaran untuk Mengerek Kinerja Tahun Ini

Selain pengembangan jaringan, DEPO akan terus berupaya meningkatkan kualitas profitabilitas melalui optimalisasi bauran produk, peningkatan kontribusi produk house brand, penguatan kerja sama dengan pemasok strategis, serta berbagai inisiatif efisiensi operasional. Di sisi lain, pengembangan kanal digital tetap menjadi salah satu prioritas utama DEPO sebagai bagian dari strategi omnichannel yang terintegrasi.

"Kanal digital kami pandang sebagai pelengkap yang strategis bagi jaringan toko fisik. Melalui pendekatan omnichannel, Perseroan berupaya menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi bagi pelanggan, sekaligus mendukung efektivitas operasional dan penguatan hubungan dengan pelanggan," jelas Kambiyanto.

Di sisi lain, DEPO melaporkan bahwa seluruh dana bersih hasil IPO sebesar Rp 487,8 miliar telah terealisasi sesuai rencana penggunaan yang telah disampaikan kepada regulator dan pemegang saham. Dana tersebut digunakan untuk belanja modal, pelunasan pinjaman, investasi pada entitas anak, serta modal kerja.

Kambiyanto menegaskan, Manajemen DEPO akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik. "Fokus utama manajemen ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan disiplin pengelolaan modal. Kami berkomitmen menjalankan strategi yang memperkuat fundamental Perseroan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan," tutup Kambiyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News