Deposito Valas Danamon Tumbuh Nyaris 20% pada 2025, Target 2026 Naik Minimal 15%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah penetapan bunga deposito dolar AS sebesar 4% di bank-bank Himbara, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mengaku belum melihat adanya peralihan signifikan dana nasabah ke bank pelat merah.

Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon Ivan Jaya menyebut, simpanan deposito valuta asing (valas) Danamon hingga akhir tahun 2025 lalu tumbuh hampir mendekati 20% secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Di tengah persaingan industri perbankan yang dinamis, deposito mata uang asing di Danamon tumbuh di kisaran hampir mendekati 20% yoy,” ujar Ivan.


Menurutnya, nasabah tidak semata-mata mempertimbangkan tingkat bunga dalam menempatkan dana valas. Kemudahan transaksi serta fleksibilitas layanan valuta asing juga menjadi faktor penting.

Baca Juga: OJK Tegaskan Jual Beli Rekening Ilegal, Bank Diminta Perketat Pengawasan

Namun begitu, Ivan memastikan suku bunga deposito valas Danamon tetap dijaga kompetitif mengikuti kondisi pasar, sekaligus disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas valas internal perseroan.

Untuk menjaga porsi simpanan valas pada 2026, Danamon tidak hanya mengandalkan deposito, tetapi juga memperkuat dana murah (current account saving account/CASA) valas.

Untuk itu, Danamon juga memperkuat proposisi rekening multivaluta melalui Tabungan Danamon LEBIH PRO. Produk ini menawarkan 12 mata uang dalam satu rekening yang terintegrasi dengan ekosistem digital Danamon.

Nasabah dapat mengakses transaksi valas melalui aplikasi mobile banking D-Bank PRO, serta menggunakan kartu debit Danamon Global Currency Card (GCC) untuk bertransaksi di luar negeri.

Untuk tahun ini, Danamon menargetkan simpanan valas dapat tumbuh minimal 15% dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

Baca Juga: Ada Kewajiban Spin Off UUS, Avrist Assurance Masih Kaji Berbagai Opsi yang Pas

Sejumlah katalis disiapkan, antara lain program nasional Danamon Hadiah Beruntun serta Danamon Travel Fair di berbagai cabang. Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan awareness fitur rekening multivaluta sekaligus mendorong transaksi valas, baik melalui D-Bank PRO maupun kartu debit GCC.

Dengan strategi tersebut, Danamon optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan simpanan valas meski kompetisi suku bunga di industri perbankan semakin ketat.

Selanjutnya: Tiga Perusahaan Asal Prancis, China dan Jepang Ikut Tender Waste to Energy

Menarik Dibaca: Tren Dekorasi Imlek 2026 dengan Unsur Feng Shui yang Mengundang Keberuntungan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News