Deputi Gubernur BI yang baru di kantong DPR



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menjalankan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Selasa (27/3). Tiga calon itu adalah Dody Budi Waluyo, Wiwiek Sisto Widayat, dan Doddy Zulverdi.

Rencananya voting pemilihan deputi gubernur BI akan dilakukan Rabu (28/3) malam usai pelaksanaan fit and proper test calon tunggal Gubernur BI Perry Warjiyo. Perry saat ini masih menjabat sebagai Deputi Gubernur BI.

Walau voting belum dilakukan, dari fit and proper test calon pengganti Perry Warjiyo itu, sejumlah Komisi XI di DPR mengaku sudah punya calon yang dijagokan.


Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Hafisz Thohir mengatakan, Dody Budi Waluyo adalah calon kuat pengganti Perry. Pasalnya, Dody lebih senior ketimbang calon lainnya dan terlihat lebih berpengalaman menghadapi DPR.

"Dody sudah tiga kali ikut fit and proper test di Komisi XI untuk posisi yang berbeda. Sudah paham bagaimana menghadapi DPR. Sudah matang pengalamannya," katanya kepada Kontan.co.id di Gedung DPR RI usai fit and proper test ketiga calon Deputi Gubernur BI itu, Selasa (27/3).

Senada dikatakan oleh Anggota Komisi XI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Michael Jeno. Menurutnya Dody Waluyo merupakan calon terkuat. "Jawabannya lebih tertata ketimbang yang lain. BI butuh sosok seperti ini," ucapnya.

Anggota Komisi XI Fraksi Partai Golkar Muhammad Nur Purnamasidi juga mengakui., kans terbesar untuk terpilih menjadi Deputi Gubernur BI adalah Dody Budi Waluyo. "Dody Waluyo. Ia yang paling senior di antara calon lainnya," katanya.

Tujuh strategi

Dody Budi Waluyo memang paling senior dari segi usia maupun pengalaman. Saat fit and proper test, Dody memaparkan tujuh strategi kebijakan. "Dua kebijakan merupakan pemantapan stabilitas dan lima kebijakan merupakan transformasi momentum," kata Dody di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI Jakarta, Selasa (27/3).

Dari tujuh strategi itu, pertama, pengelolaan inflasi pangan lewat data akurat. Kedua, menjaga stabilitas nilai tukar dengan memperkuat ketahanan rupiah dari faktor eksternal. Ketiga, penguatan UMKM. Keempat, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Kelima, penguatan industri domestik.

Keenam, peningkatan efektivitas kebijakan makroprudensial. Ketujuh, pemanfaatan ekonomi digital. Dia bilang ekonomi digital akan dimanfaatkan jadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi