KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia mulai membangun pijakan untuk masuk ke rantai pasok industri semikonduktor global. Pengembangan desain chip dan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu jalur yang dinilai paling realistis sebelum Indonesia masuk ke tahapan manufaktur semikonduktor yang membutuhkan investasi besar. Ketua Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) Trio Adiono mengatakan, kemampuan desain chip dapat menjadi pintu masuk strategis bagi Indonesia untuk mengambil peran dalam rantai pasok semikonduktor global.
Baca Juga: RDMP Balikpapan Capai 99%, Menko Bahlil Masih Temukan Kendala Teknis “Melalui riset dan pendidikan yang konsisten, Indonesia dapat menjadi produsen pengetahuan dan talenta, bukan hanya sekadar pasar,” kata Trio dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026). Langkah pengembangan ekosistem desain chip ini juga mendapat dukungan pemerintah. Pada Januari 2026, Menteri Perindustrian saat itu, Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK), meresmikan fasilitas ICDEC di ITB Innovation Park, Bandung, bersamaan dengan Indonesia Semiconductor Summit 2026. Pengembangan kemampuan desain chip semakin strategis di tengah meningkatnya kebutuhan semikonduktor global, terutama untuk pusat data dan kecerdasan artifisial (AI). International Data Corporation (IDC) mencatat pengiriman komputer pribadi global pada kuartal III 2026 turun 20,1% secara tahunan. Sementara Counterpoint Research mencatat pengiriman smartphone turun sekitar 20% pada periode yang sama, menjadi level terendah untuk kuartal III sejak 2012. Di tengah kondisi tersebut, produsen chip global kini memprioritaskan pasokan untuk kebutuhan AI. Kondisi ini berpotensi menekan ketersediaan chip bagi sektor lain, termasuk elektronik rumah tangga dan otomotif. Bagi Indonesia, perkembangan tersebut sekaligus mempertegas kebutuhan untuk membangun kemampuan semikonduktor di dalam negeri. Pasalnya, kebutuhan chip untuk berbagai sektor industri nasional masih banyak dipenuhi melalui impor.
Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Rendah, Kementan Perkuat Gerakan Pangan Murah Upaya membangun ekosistem tersebut telah dimulai sejak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjajaki kerja sama dengan pelaku industri semikonduktor global dalam Hannover Messe 2022. Dari penjajakan tersebut, pemerintah memetakan bidang yang dinilai paling realistis untuk menjadi pintu masuk Indonesia ke rantai pasok semikonduktor dunia. Salah satu tindak lanjutnya adalah pembentukan ICDEC pada 2023 bersama PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan pakar desain chip dari 13 perguruan tinggi. ICDEC dibentuk sebagai organisasi nirlaba yang mengembangkan ekosistem desain chip melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri dan mitra global. Saat ini, ICDEC telah bermitra dengan 16 perguruan tinggi dan tujuh pelaku industri.
Pengembangan talenta desain chip kemudian diperluas melalui kerja sama dengan sejumlah mitra global. Tiga bulan setelah peresmian fasilitas tersebut, ICDEC menandatangani kerja sama dan surat minat pengembangan SDM dengan Intel, National Taiwan Normal University dan President University. Sebelumnya, pelatihan desain chip bersama Polytron, IMEC Belgia dan Cadence telah dimulai pada Oktober 2024 di Kudus. Kemenperin juga menandatangani nota kesepahaman dengan Apple yang memuat komitmen riset dan pengembangan di Indonesia melalui ICDEC. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News