JAKARTA. Tarif iuran badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan tengah dalam kajian. Ketua Dewan jaminan Sosial Nasional Chazali H. Situmorang mengatakan, standar tarif iuran BPJS Kesehatan harus dievaluasi karena adanya keluhan standar tarif pola pembiayaan Indonesia Case Base Groups (INA CBGs) yang berbeda antara rumah sakit tipe A, tipe B, dan tipe C. "Selama ini tarif INA CBGs belum berjalan dengan efektif sehingga banyak rumah sakit yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan," kata Chazali, Jumat (15/8). Menurut Chazali, harus ada perhitungan ulang secara ekonomi terhadap tarif tersebut. Untuk itu tarif iuran peserta dan tarif INA CBGs harus dinaikkan.
Desakan revisi tarif INA CBGs menguat
JAKARTA. Tarif iuran badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan tengah dalam kajian. Ketua Dewan jaminan Sosial Nasional Chazali H. Situmorang mengatakan, standar tarif iuran BPJS Kesehatan harus dievaluasi karena adanya keluhan standar tarif pola pembiayaan Indonesia Case Base Groups (INA CBGs) yang berbeda antara rumah sakit tipe A, tipe B, dan tipe C. "Selama ini tarif INA CBGs belum berjalan dengan efektif sehingga banyak rumah sakit yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan," kata Chazali, Jumat (15/8). Menurut Chazali, harus ada perhitungan ulang secara ekonomi terhadap tarif tersebut. Untuk itu tarif iuran peserta dan tarif INA CBGs harus dinaikkan.