Deutsche Bank Kuasai 24,4% Saham Trimegah



JAKARTA. PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) memiliki pemegang saham anyar, yakni Deutsche Bank AG London. Bank ini telah memborong sekitar 24,38% saham perusahaan sekuritas dan pengelola dana investasi itu lewat pasar.Sejak akhir September 2008, Deutsche rajin membeli saham Trimegah melalui lantai bursa. Alhasil, hingga 14 Oktober lalu, Deutsche sudah menggenggam 891,08 juta saham atau 24,38% dari total saham Trimegah.Bank yang berpusat di Jerman itu berbelanja saham Trimegah melalui tiga kali transaksi. Pertama, pada 26 September 2008, Deutsche Bank langsung membeli 24,35% saham.Transaksi kedua pada 6 Oktober 2008. Waktu itu, Deutsche Bank membeli 408.500 saham atau 0,01% seharga Rp 208 per saham. Terakhir, bank itu memborong 541.000 saham berkode TRIM itu pada 14 Oktober 2008 seharga Rp 117 per saham.Belum jelas, berapa duit yang harus dibayar Deutsche Bank agar bisa mendekap 24,38% saham TRIM. Jika mengacu harga saham pada perdagangan kemarin, yakni Rp 150 per saham, bank itu paling tidak telah mengeluarkan Rp 133,66 miliar.Dalam suratnya kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Deutsche menyatakan bahwa pembelian saham Trimegah itu merupakan amanat klien mereka. Namun, Deutsche tidak menyebutkan siapa kliennya yang membeli saham tersebut.Direktur Utama Trimegah Avi Dwipayana mengakui adanya perubahan komposisi pemegang saham. Tapi, Spinnaker Fund asal Inggris tetap jadi pemegang saham pengendali TRIM. "Jadi itu tidak mempengaruhi operasional Trimegah," katanya kepada KONTAN, akhir pekan lalu.Komposisi kepemilikan saham TRIM per 17 Oktober 2008 adalah: Spinnaker melalui Demerara Limited punya 25,05% saham dan Deutsche memiliki 24,38%. Lantas, United Investment Inc memiliki 19,91%, Northern TST GSL punya 9,58%, saham dalam tresuri 5,49%, dan publik memiliki sisanya.Sebagai catatan, sebelum Deutsche masuk, Morgan Stanley juga memiliki 26,03% saham TRIM. Nah, kini, nama ini tak muncul lagi.  Tapi, Deutsche tak menyebut mereka membeli saham TRIM dari Morgan Stanley.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News