Devisa ekspor mebel 2014 akan capai US$ 2 miliar



JAKARTA. Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menargetkan nilai devisa ekspor mabel tanah air tahun ini mencapai US$ 2 miliar. Asmindo optimis tahun ini ekspor mabel tanah air akan mengalami kenaikan setelah sebelumnya sempat turun.

Devisa ekspor mebel selama tiga tahun terakhir sejak 2011 hingga 2013 naik turun. Pada tahun 2011 nilai ekspor mencapai US$ 1,76 miliar, naik ditahun 2012 menjadi US$ 1,83 miliar. Namun tahun 2013 turun menjadi US$ 1,81 miliar.  Ketua Asmindo Taufik Gani mengatakan, tahun ini ekspor bisa tembus US$ 2 miliar. Sebab para pengrajin mabel banyak yang telah mengantongi izin Sistem Verifikasi Legalitas Kayu atau SVLK. 

Pasar dunia pun makin terbuka dengan produk mabel dengan izin SVLK yang artinya kayu yang digunakan memang legal. Kenaikan ekspor mebel juga didorong oleh perekonomian Amerika Serikat dan ekspansi pasar di Rusia dan Eropa Timur yang mulai membaik. "Kami tengah bergerak menjadi industri kreatif dengan mengandalkan desain-desain terbaru," kata Teguh hari ini (14/8).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa