JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memiliki sejumlah piutang yang belum bisa, bahkan tidak bisa ditagih. Jumlahnya mencapai US$ 67,02 juta. Dengan kurs Rp 13.000 per dollar AS, maka nilai itu setara dengan Rp 871,26 miliar. Sejatinya, piutang ini bisa menjadi sumber pendanaan untuk kegiatan operasional perseroan. Mengutip laporan keuangan per akhir Desember 2014, emiten batubara ini memiliki catatan piutang lain-lain dengan nilai ttoal sebesar US$ 46,69 juta. Diantara piutang lain-lain ini ada piutang yang tidak bisa ditagih. Piutang itu datang dari PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT). Piutang ini timbul dari penjualan aset tetap dan persediaan senilai US$ 4,89 juta. Manajemen DEWA akhirnya memutuskan untuk membuat penyisihan atas penurunan nilai dari seluruh piutang AKT.
DEWA belum kantongi dana hasil jual aset
JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memiliki sejumlah piutang yang belum bisa, bahkan tidak bisa ditagih. Jumlahnya mencapai US$ 67,02 juta. Dengan kurs Rp 13.000 per dollar AS, maka nilai itu setara dengan Rp 871,26 miliar. Sejatinya, piutang ini bisa menjadi sumber pendanaan untuk kegiatan operasional perseroan. Mengutip laporan keuangan per akhir Desember 2014, emiten batubara ini memiliki catatan piutang lain-lain dengan nilai ttoal sebesar US$ 46,69 juta. Diantara piutang lain-lain ini ada piutang yang tidak bisa ditagih. Piutang itu datang dari PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT). Piutang ini timbul dari penjualan aset tetap dan persediaan senilai US$ 4,89 juta. Manajemen DEWA akhirnya memutuskan untuk membuat penyisihan atas penurunan nilai dari seluruh piutang AKT.