DEWA Ekspansi Emas, Analis: Dampak ke Kinerja Belum Terasa, Cek Rekomendasinya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek kinerja PT Darma Henwa Tbk (DEWA) pada 2026 dinilai masih ditopang bisnis inti batubara, meski perseroan mulai agresif melakukan ekspansi dan eksplorasi ke tambang emas.

Perlu diketahui, DEWA secara resmi mengalokasikan belanja modal eksplorasi diperkirakan sebesar Rp 450 miliar untuk memperkuat amunisi bisnis di luar sektor batubara, dengan pembangunan fasilitas pengolahan ditargetkan pada 2028.

Fokus utama ekspansi ini terletak pada tambang emas Gayo yang dijadwalkan terus berjalan hingga kuartal IV-2025. Proses eksplorasi fase kedua ditargetkan selesai pada semester I-2026 dengan cakupan wilayah mencapai 30.000 meter.


Baca Juga: Begini Rekomendasi Saham Darma Henwa (DEWA) yang Ekspansi ke Tambang Emas

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai langkah DEWA melakukan eksplorasi dan pengembangan tambang emas Gayo masih belum akan berdampak langsung terhadap kinerja keuangan dalam waktu dekat.

Pasalnya, proyek tersebut masih berada dalam tahap eksplorasi dan belum memasuki fase produksi.

“Namun, jika keberhasilan eksekusi pipeline ini sesuai jadwal akan menjadi sentimen positif yang kuat bagi pergerakan harga saham, mengingat adanya potensi diversifikasi pendapatan di masa depan,” ujar Azis kepada Kontan Rabu (25/3/2026).

 
DEWA Chart by TradingView

Di sisi lain, Azis melihat DEWA masih memiliki sejumlah katalis positif dari bisnis utamanya. Salah satunya berasal dari perpanjangan kontrak strategis dengan PT Arutmin Indonesia pada proyek Kintap dan Asam-Asam dengan estimasi nilai mencapai Rp 10,5 triliun.

Selain itu, prospek kinerja juga didukung oleh target operasional yang ambisius. DEWA menargetkan volume overburden removal sebesar 158-164 juta bank cubic meter (bcm) pada periode 2026-2027.

“Faktor yang perlu diperhatikan juga adalah harga batubara dan siklus batubara, hal ini bisa berdampak terhadap kinerja DEWA,” imbuhnya.

Baca Juga: Buyback Darma Henwa (DEWA) Kelar, Realisasikan Dana Capai Rp 949,99 Miliar

Meski demikian, Azis mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu dicermati investor, terutama terkait volatilitas harga batubara dan siklus komoditas yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan.

Dari sisi valuasi, Azis menilai saham DEWA saat ini masih diperdagangkan di kisaran rata-rata price to earnings (PE) dalam tiga tahun terakhir.

Sementara secara teknikal, saham DEWA menunjukkan sinyal rebound yang cukup kuat setelah menyentuh area 390 dan kini tengah menguji level resistance di 460.

“Jika momentum penguatan ini terjaga, target kenaikan selanjutnya diproyeksikan menuju level 530 dalam jangka pendek, dengan area support saat ini terjaga di kisaran level 434-430,” tutup Azis.

Baca Juga: Darma Henwa (DEWA) Digitalisasi Pertambangan Gandeng Huawei Cloud

Dari sisi rekomendasi saham, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memberikan rekomendasi untuk beli saham DEWA dengan target harga Rp 515 per saham.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Juan Harahap juga memberikan rekomendasi beli DEWA dengan target harga Rp 800 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News