KONTAAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola jaringan ritel Guardian dan IKEA, PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) memandang prospek bisnis di semester kedua tetap positif, meskipun dibayangi pelemahan daya beli masyarakat. Presiden Direktur DFI Retail Nusantara Hadrianus Wahyu Trikusumo menyatakan perusahaan tetap melihat peluang pertumbuhan, terutama dari bisnis Health & Beauty, di mana kebutuhan konsumen relatif lebih resilient. Untuk mendukung potensi pertumbuhan tersebut, Guardian terus memperkuat kombinasi antara jaringan toko fisik dan kanal digital. Baca Juga: Unilever Dorong Inovasi di Bisnis Hair Care lewat Teknologi AI “Kami tetap optimistis terhadap prospek semester kedua, meskipun kami menyadari bahwa konsumen saat ini semakin selektif dalam menentukan prioritas belanja,: ungkap Hadrianus, kepada Kontan.co.id, pada Jumat (13/8) lalu. Sementara di sisi home furnishings, perseroan mengaku akan lebih berhati-hati karena pemulihan permintaan masih membutuhkan waktu. Karena itu, fokus HERO untuk sektor ini dibagi ke dalam beberapa aspek, antara lain peningkatan produktivitas toko, memperkuat proposisi produk dan layanan, mengoptimalkan persediaan, serta terus meningkatkan efisiensi biaya. Dengan strategi tersebut, manajemen tetap berupaya mencapai target pertumbuhan tahun ini. Di sisi lain, pihaknya akan tetap memonitor perkembangan konsumsi dan melakukan penyesuaian secara agile apabila kondisi pasar berubah.
DFI Retail (HERO) Optimistis Bisnis Tetap Positif pada Semester II-2026
KONTAAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola jaringan ritel Guardian dan IKEA, PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) memandang prospek bisnis di semester kedua tetap positif, meskipun dibayangi pelemahan daya beli masyarakat. Presiden Direktur DFI Retail Nusantara Hadrianus Wahyu Trikusumo menyatakan perusahaan tetap melihat peluang pertumbuhan, terutama dari bisnis Health & Beauty, di mana kebutuhan konsumen relatif lebih resilient. Untuk mendukung potensi pertumbuhan tersebut, Guardian terus memperkuat kombinasi antara jaringan toko fisik dan kanal digital. Baca Juga: Unilever Dorong Inovasi di Bisnis Hair Care lewat Teknologi AI “Kami tetap optimistis terhadap prospek semester kedua, meskipun kami menyadari bahwa konsumen saat ini semakin selektif dalam menentukan prioritas belanja,: ungkap Hadrianus, kepada Kontan.co.id, pada Jumat (13/8) lalu. Sementara di sisi home furnishings, perseroan mengaku akan lebih berhati-hati karena pemulihan permintaan masih membutuhkan waktu. Karena itu, fokus HERO untuk sektor ini dibagi ke dalam beberapa aspek, antara lain peningkatan produktivitas toko, memperkuat proposisi produk dan layanan, mengoptimalkan persediaan, serta terus meningkatkan efisiensi biaya. Dengan strategi tersebut, manajemen tetap berupaya mencapai target pertumbuhan tahun ini. Di sisi lain, pihaknya akan tetap memonitor perkembangan konsumsi dan melakukan penyesuaian secara agile apabila kondisi pasar berubah.