DFI Retail Nusantara (HERO) Siapkan Strategi Ini Untuk Jaga Pertumbuhan Bisnis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola jaringan ritel Guardian dan IKEA, PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja di sepanjang 2026. 

President Director DFI Retail Nusantara Hadrianus Wahyu Trikusumo menyatakan HERO tengah menyiapkan ekspansi Guardian melalui skema lisensi dan waralaba. Strategi ini memungkinkan perusahaan dalam mempercepat ekspansi jaringan Guardian ke berbagai wilayah di Indonesia.

Saat ini, perusahaan masih menunggu proses sertifikasi waralaba sehingga untuk sementara ekspansi dilakukan melalui model lisensi bisnis. 


"Jadi, saat ini kami masih dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi waralaba tersebut, jadi proses yang kami lakukan saat ini, kami membuka dengan lisensi bisnis," ujar Hadrianus, adalam agenda paparan publik, Kamis (25/6/2026). 

Baca Juga: PTPN I Tanam Tembakau 500 Hektare Seiring Meningkatnya Permintaan Internasional

Meski demikian, perusahaan juga akan tetap melanjutkan ekspansi gerai Guardian milik sendiri dengab menyasar mall-mall baru yang berlokasi di wilayah strategis sesuai dengan kriteria perusahaan.  

Adapun untuk pengembangan IKEA, perusahaan saat ini memilih fokus pada penguatan kanal digital dibandingkan ekspansi gerai fisik baru. Alasannya, ukuran toko IKEA yang besar  membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, sehingga perusahaan lebih memilih memaksimalkan kinerja dari toko yang sudah ada terlebih dahulu. 

"Karena kalau melihat store IKEA besar-besar itu cost-nya juga besar, jadi kita fokuskan memperbaiki atau mempertahankan store yang ada, jadi ekspansinya lebih kepada online," jelas manajemen.

Di tengah tantangan ekonomi global dan nasional, manajemen menyebut kinerja bisnis Guardian dan IKEA sejauh ini masih berjalan sesuai rencana perusahaan. 

Hal ini tercermin dari realisasi bisnis perusahaan hingga kuartal pertama lalu. HERO membukukan pendapatan sebesar Rp 1,4 triliun atau meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,21 triliun. 

Sejalan dengan itu, laba kotor HERO meningkat 11% menjadi Rp 614 miliar. Manajemen menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan untuk terus membangun bisnis sekaligus menjaga tingkat profitabilitas yang sehat melalui strategi pengelolaan produk yang tepat serta efisiensi operasional.

 
HERO Chart by TradingView

Profitabilitas perusahaan juga mengalami peningkatan signifikan. Laba dari operasi berkelanjutan mencapai Rp 52 miliar, meningkat dari Rp 11 miliar pada kuartal I-2025. 

Sebagai hasilnya, laba tahun berjalan pada kuartal I-2026 mencapai Rp 87 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp 27 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pihaknya mengakui kondisi ekonomi saat ini turut berdampak terhadap industri secara luas, termasuk kenaikan berbagai harga bahan baku yang menekan biaya operasional. 

Meski demikian, perusahaan tetap berupaya menjaga kinerja agar tetap bertumbuh pada kuartal-kuartal berikutnya.

Untuk target kinerja keuangan, manajemen enggan memberikan proyeksi kinerja secara rinci. Namun, perusahaan memastikan target utama tetap menjaga pertumbuhan dengan kinerja yang sejauh ini masih sesuai target internal.

Full year kita tidak bisa kasih prediksi, tapi so far hasil kuartal I dan pencapaian Mei Guardian dan IKEA masih oke. On track sesuai target yang sudah kita sepakati,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News