DFSK Ungkap Keuntungan Penjualan saat Harga BBM Meroket, Beralih ke Kendaraan Listrik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak global melonjak tinggi buntut adanya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Namun, ada hal positif dibalik meroketnya harga minyak global tersebut.

Director of Sales Center PT. Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin mengatakan bahwa penjualan kendaraan listrik ditengah melonjaknya harga minyak global justru akan mengalami peningkatan signifikan.

"Mungkin penjualan kita bisa bertambah dua kali lipat atau lebih dari kenaikan harga minyak tadi," ujar Cing Hok Rifin di Acara Media Iftar In Ramadhan bersama DFSK di Cipete, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026).


Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik 2026 Belum FInal, Ini Harapan DFSK

Cing Hok Rifin menyebut jika kondisi geopolitik saat ini berlarut, maka BBM subsidi dari pemerintah juga akan habis.

DFSK sendiri sejak awal memang sudah fokus pada penjualan kendaraan listrik atau Komersial EV (Electric Commercial Vehicle). DFSK, kata Cing Hok Rifin, merupakan distributor kendaraan listrik pertama di Indonesia.

Cing Hok Rifin menyebut momen ini menjadi hal yang patut dimanfaatkan. Pasalnya, penjualan kendaraan listrik saat ini terbilang stabil.

"Kadang dalam satu-tiga bulan kita dapat fleet angkanya gede banget, kadang juga retail juga berjalan," ujarnya.

Baca Juga: DFSK Hadirkan Gelora E Terjangkau di GJAW 2025: Solusi Bisnis

Sementara Chief Executive Officer PT. Sokonindo Automobile atau DFSK, Alexander Barus menuturkan bahwa jika kondisi geopolitik tak juga mereda maka dipastikan penjualan akan meningkat.

"Jadi pasti ini kalau kondisi Timur Tengah ini tidak mereda, saya kira kita akan naik terus semua barang, karena kan semua komponennya ada komponen transport," kata Alex Barus.

Alex menyebutkan bahwa kondisi pelonjakan harga minyak global, bisa menyebabkan masyarakat beralih penggunaan kendaraan. Masyarakat dipastikan akan memilih kendaraan listrik, jika harga minyak global terus meroket.

"Artinya kalau saya melihat ini banyak akan pergeseran ke mobil listrik karena listrik kita ini sumbernya banyak batu bara, tidak ada unsur minyak," tutur Alex.

Baca Juga: DFSK Reposisi Merek di IIMS 2026, Indonesia Jadi Pasar Kunci di Asia Tenggara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: