Dharma (DRMA) Cetak Penjualan Rp 5,93 Triliun, Laba Bersih Naik 12,65% pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencetak kinerja apik pada tahun 2025. Penjualan neto DRMA naik 7,81% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 5,50 triliun menjadi Rp 5,93 triliun sepanjang tahun lalu.

Merujuk laporan keuangan yang terbit di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (13/3/2026), penjualan di pasar domestik menguasai komposisi pendapatan DRMA. Penjualan DRMA di pasar domestik naik 7,65% (yoy) dari Rp 5,49 triliun menjadi Rp 5,91 triliun.

Jumlah penjualan DRMA di pasar domestik setara dengan 99,66% dari total penjualan pada tahun 2025. Pelanggan utama DRMA untuk pihak ketiga adalah PT Astra Honda Motor, dengan kenaikan penjualan 15,63% (yoy) menjadi Rp 3,18 triliun.


Baca Juga: GAIKINDO: Lonjakan Harga Minyak Bisa Dorong Penjualan Kendaraan Listrik

Sementara itu, penjualan DRMA ke pasar ekspor pada tahun lalu tercatat sebesar Rp 23,86 miliar. Nilai penjualan ekspor DRMA mengalami kenaikan 57,49% dibandingkan raihan Rp 15,15 miliar pada tahun 2024.

Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan DRMA mengalami kenaikan 8% (yoy) menjadi Rp 4,86 triliun. DRMA pun mengantongi laba bruto senilai Rp 1,07 triliun sepanjang tahun lalu, atau meningkat 7% ketimbang laba bruto tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 1 triliun.

Secara bottom line, DRMA meraih laba bersih sebesar Rp 652,58 miliar pada tahun 2025. Meningkat 12,65% dibandingkan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk DRMA pada tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 579,28 miliar.

President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso menyoroti pertumbuhan kinerja DRMA pada tahun 2025 terjadi di tengah industri otomotif domestik penuh tantangan. Pertumbuhan penjualan DRMA jauh melampaui kinerja industri otomotif domestik yang justru mengalami pelemahan.

“Strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis merupakan kunci pencapaian kinerja ini, karena berhasil membantu Perseroan menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar yang berlangsung,” kata Irianto dalam rilis yang disiarkan pada Jumat (13/3/2026).

Irianto menjelaskan, segmen roda dua (2W) kembali menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sebesar 62% dari total penjualan DRMA sepanjang 2025. Sementara segmen roda empat (4W) yang sempat mengalami perlambatan seiring dengan penurunan penjualan industri otomotif, telah mulai menunjukkan tanda pemulihan sejak kuartal III-2025.

Dari sisi perolehan laba, DRMA membukukan laba neto tahun berjalan sebesar Rp 664,41 miliar pada 2025, atau Rp 613,5 miliar setelah penyesuaian negative goodwill. “Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dari bisnis inti Perseroan,” tambah Irianto.

Dari sisi ekspansi, DRMA telah mengakuisisi PT Mah Sing Indonesia senilai Rp 41 miliar pada akhir November 2025. Irianto mengatakan, akuisisi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manufaktur dan memperluas lini produk komponen kendaraan roda empat, yang akan memperkuat portofolio bisnis DRMA.

Di luar bisnis inti otomotif, DRMA juga terus mengembangkan peluang di ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan. Termasuk di antaranya  pengembangan auxiliary battery Lithium 12V yang sudah tersedia dalam varian 12V 6Ah dan 12V 3,5Ah, yang dapat digunakan untuk berbagai tipe sepeda motor serta Battery Energy Storage System (BESS) sebagai potensi pertumbuhan berkelanjutan.

Tak hanya di pasar domesik, DRMA juga terus mengincar pasar luar negeri yang memiliki potensi besar. DRMA memperluas pasar ekspor, antara lain melalui peningkatan kapasitas produksi komponen wiring harness dan komponen otomotif lainnya untuk memenuhi permintaan pasar global.

Dengan mencetak kinerja apik pada tahun 2025, DRMA menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 10% pada tahun 2026 ini. DRMA pun telah menyiapkan berbagai langkah yang mendukung pencapaian target tersebut, antara lain adalah peluncuran produk baru, ekspansi pasar, serta penguatan kapabilitas manufaktur.

“Dengan penerapan strategi diversifikasi produk dan penguatan kapabilitas manufaktur ini, kami optimistis akan dapat menjaga pertumbuhan DRMA yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi kompetitif di industri otomotif,” tutup Irianto.

Baca Juga: Strategi Generasi Kedua Unifam Memacu Inovasi Produk dan Ekspansi Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News