Dharma Polimetal (DRMA) Gandeng Minth Group Bangun Pabrik Komponen EV



KONTAN.CO.ID - CIKARANG. Emiten komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mendirikan perusahaan patungan (Joint Venture Company/JV) bersama Minth Group untuk mengembangkan fasilitas produksi komponen kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

JV tersebut bernama PT Dharma Minth Indonesia (DMI). DMI memiliki modal dasar sebesar Rp180 miliar, dengan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 45 miliar.

Adapun, dari sisi komposisi kepemilikan saham, Minth Group sebagai pemegang mayoritas dengan porsi 51% dan DRMA sebesar 49%.


Baca Juga: Naik dari Tahun Lalu, Dharma Polimetal (DRMA) Bagikan Dividen Rp 329,4 Miliar

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso mengatakan, kerja sama dengan Minth Group akan menggabungkan pengalaman dan jaringan DRMA di Indonesia dengan skala manufaktur serta teknologi Minth Group.

Menurutnya, kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat rantai pasok komponen otomotif yang terlokalisasi sekaligus menangkap peluang pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia dan secara global. 

"Kita tidak hanya menandatangani sebuah perjanjian, tetapi kita menyatukan dua kekuatan industri untuk membentuk jalur baru dalam rekayasa otomotif, manufaktur yang terlokalisasi, dan rantai pasok teknologi yang berorientasi pada masa depan," ungkap Irianto, di Cikarang, Jawa Barat pada Selasa (15/9/2026).

 
DRMA Chart by TradingView

Melalui JV ini, DMI akan mengembangkan fasilitas manufaktur di kawasan industri MM2100, Cikarang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut akan memanfaatkan lahan sekitar 15.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 10.000 meter persegi.

Pembangunan fasilitas dan instalasi mesin dari fasilitas produksi ini sedang berjalan DMI diproyeksikan akan mulai melakukan produksi komersial pada kuartal II 2027 mendatang.

Baca Juga: Dharma Polimetal (DRMA) Ekspansi Bisnis BESS, Sasar Ekosistem EV Hingga Proyek PLTS

Dari sisi produk, perusahaan akan memproduksi sejumlah komponen otomotif bernilai tinggi, mencakup battery housing, komponen body dan chassis structure berbasis aluminium extrusion, serta komponen berbahan plastik.

Pengembangan tersebut juga mencakup kebutuhan kendaraan listrik maupun kendaraan elektrifikasi lainnya, termasuk EV, hybrid electric vehicle (HEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

"DMI berekspansi ke komponen otomotif bernilai lebih tinggi. Yang mengkhususkan diri pada ekstrusi aluminium dan desain komponen plastik. Kami berharap dapat memperkenalkan komponen bernilai baru kepada pelanggan kami yang sudah ada," ujar Irianto. 

Selain menggarap pelanggan yang telah menjadi mitra DRMA, DMI juga akan membidik pelanggan baru, termasuk produsen kendaraan atau original equipment manufacturer (OEM) yang belum bekerja sama dengan perusahaan. 

 
DRMA Chart by TradingView

Chief Strategy Officer Minth Group William Chin menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Asia Tenggara. 

Menurut dia, Indonesia memiliki sumber daya yang kuat untuk mendukung rantai pasok hulu kendaraan listrik, sehingga peluang pertumbuhan industri EV di Indonesia cukup besar, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Baca Juga: Intip Strategi Dharma Polimetal (DRMA) Genjot Bisnis BESS

"Karena dalam transformasi menuju EV, menuju kendaraan listrik, di Asia Tenggara, Indonesia memiliki sumber daya paling besar untuk rantai pasok hulu," ucapnya. 

Karena itu, Minth Group berencana membawa teknologi dan pengalaman dari operasi globalnya ke Indonesia melalui kerja sama dengan DRMA.

Bagi DRMA, ekspansi ke komponen EV ini sejalan dengan strategi perseroan untuk memperbesar bisnis komponen kendaraan listrik.

Sebelumnya, DRMA telah mengembangkan berbagai komponen EV, termasuk wiring harness, smart key, USB charger, high-strength steel hingga battery pack.

Baca Juga: Dharma Polimetal (DRMA) Mengincar Pertumbuhan 10%

Dengan hadirnya DMI, DRMA berpeluang memperluas portofolio ke komponen dengan nilai tambah lebih tinggi sekaligus memanfaatkan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News