Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Target Pertumbuhan Kinerja 10% pada 2026 Tercapai



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis dapat mencapai target pertumbuhan kinerja yang dibidik di sepanjang 2026. Optimisme ini didukung oleh pencapaian hingga periode tahun berjalan serta pengembangan portofolio produk kendaraan listrik (electric vehicle/EV). 

Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk Irianto Santoso menyampaikan pihaknya optimistis target pertumbuhan penjualan sekitar 10% pada 2026 tetap berada pada jalur yang tepat (on track). 

Sepanjang kuartal III-2026, DRMA mencatatkan pertumbuhan dobel digit baik dari pendapatan maupun laba pada kuartal III-2026. Pendapatan DRMA tercatat Rp 5,1 triliun, tumbuh 16,0% YoY dibanding Rp4,4 triliun di tahun 2025.


Baca Juga: Indonesia Andalkan Hilirisasi Agro untuk Perkuat Daya Saing di Negara BRICS

Sementara laba bersih tercatat  sebesar Rp 487,6 miliar, tumbuh 13,9% yoy dari laba pada tahun 2025 sebesar Rp 428,1 miliar.

“Ke depan, DRMA akan terus menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat fundamental bisnis untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” ungkap Irianto, kepada Kontan.co.id, pada Jumat (30/10/2026) lalu. 

Ia memaparkan, terkait komposisi permintaan, segmen 2W dan 4W pada kuartal III-2026 kompak mengalami mengalami kenaikan positif dobel digit didukung oleh kenaikan volume penjualan.

Segmen 2W sebagai penyumbang utama pendapatan berkontribusi 59% dari total pendapatan Perusahaan dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3 triliun, tumbuh 10,4%. Sedangkan segmen 4W mengalami pertumbuhan tertinggi di antara segmen bisnis sebesar 31,3% YoY menjadi pada angka Rp 1,3 triliun.

Baca Juga: PTPP Kantongi Kontrak EPC Dermaga Pupuk Kaltim Senilai Rp 400 Miliar

Pertumbuhan ini salah satunya didukung oleh pengembangan komponen EV oleh perusahaan. Manajemen mencatat, sejak kuartal II 2026, DRMA telah menyuplai beberapa komponen kepada sejumlah produsen EV. 

Hal ini menjadi langkah awal bagi DRMA untuk semakin memperluas peran dalam rantai pasok kendaraan listrik yang berkembang di Indonesia.

Irianto menilai, dengan semakin banyaknya produsen EV yang hadir dan mengembangkan manufaktur di Indonesia, DRMA melihat hal ini sebagai peluang untuk memperkuat posisi Perusahaan sebagai mitra dari rantai pasok komponen nasional maupun global. 

“Manajemen optimistis dapat membuka sumber pertumbuhan pendapatan baru secara bertahap, dengan tetap menjaga profitabilitas dan disiplin operasional,” ucapnya. 

Baca Juga: Penjualan Jasuindo (JTPE) Tumbuh 23,5% Jadi Rp 1,6 Triliun pada Kuartal III-2026

Pada 2026, DRMA menyiapkan dana belanja modal (Capital expenditure/capex) sekitar Rp 400 miliar, yang dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat kapabilitas fasilitas produksi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News