KONTAN.CO,ID - JAKARTA. Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (
DRMA) mengalokasikan
maintenance belanja modal alias
capital expenditure (capex) sebesar Rp 400 miliar pada 2026. Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso menjelaskan, dana tersebut difokuskan untuk mendukung pengembangan produk baru dalam menjaga relevansi dan daya saing. “Angka belanja modal tersebut bersifat dinamis, dapat disesuaikan dengan kebutuhan,” jelasnya dalam keterangan resmi, yang diterima Kontan, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: Daewoong Kantongi Izin BPOM, Fexuprazan Siap Garap Pasar Obat Lambung RI Irianto mengatakan, apabila di perjalanan waktu pihaknya memutuskan untuk mengakuisisi perusahaan baru sebagai bagian dari strategi bisnis, DRMA akan menyesuaikan anggaran capex. “Mengenai pendanaan untuk keperluan belanja modal tersebut, kami mengandalkan kekuatan arus kas internal serta dukungan fasilitas perbankan yang tersedia,” kata Irianto. Dari sisi kinerja, DRMA mengincar pertumbuhan pendapatan sebesar 10% hingga akhir 2026. Target ini bakal disokong oleh permintaan di sektor otomotif. Untuk mencapai target tersebut, kaya Irianto, DRMA akan menggelar diversifikasi produk. Salah satunya, mempersiapkan produk komponen energi terbarukan.
DRMA sudah masuk ke bisnis aftermarket dengan memproduksi auxiliary battery dalam beberapa kapasitas, yaitu 3,5 Ampere-hour (Ah) hingga 6Ah untuk sepeda motor, serta 40Ah dan 60Ah untuk passenger car. DRMA juga mengintip peluang pertumbuhan kinerja komponen kendaraan listrik alias
electric vehicle (EV), terutama imbas kenaikan harga minyak yang dapat mengerek bahan bakar minyak (BBM). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News