Dharma Samudera target ekspor 1.000 ton gurita



JAKARTA. PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) menargetkan ekspor gurita kembali meningkat pada tahun ini, setelah anjlok pada tahun lalu. Hal itu didasarkan pada cuaca yang mulai membaik dan kenaikan harga gurita hampir dua kali lipat di pasar ekspor.

Tahun ini, DSFI menargetkan ekspor 1.000 ton lebih gurita, atau naik 42,8% dibandingkan realisasi ekspor 2016 sejumlah 700 ton.

Direktur Marketing DSFI Herman Sutjiamidjaja mengatakan, peluang ekspor gurita terbuka lebar karena hanya sedikit negara yang mengekspor gurita. Saat ini, hanya Indonesia dan Filipina yang berkompetisi memasarkan gurita di pasar global. Itulah sebabnya permintaan terhadap gurita terus meningkat setelah tahun lalu pasar gurita lesu karena kekurangan pasokan.


"Maka pada tahun ini, kami harap bisa ekspor 1.000-an ton gurita ke Eropa dan Amerika dan beberapa negara lainnya," ujar Herman usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Selasa (18/4).

Herman menjelaskan, sekitar 60% gurita yang diproduksi di pasarkan ke Eropa dan sisanya ke Amerika Serikat (AS), Australia, Jepang dan sejumlah negara lainnya.

Ekspor gurita tahun ini termasuk menjanjikan karena tren peningkatan harga gurita sampai dua kali lipat bila dibandingkan tahun lalu. Sebelum oktober 2016, harga gurita masih rata-rata di kisaran US$ 2 per kilogram, kemudian meningkat menjadi US$ 3 per kg, dan saat ini sudah berada di kisaran rata-rata US$ 4 per kg hingga US$ 5 per kg. Harga gurita masih berpotensi naik terus karena pasokan yang terbatas.

Untuk memasarkan gurita, DSFI mengandalkan hasil tangkapan yang menjadi mitra mereka di Bandar Lampung. Selama ini gurita ditangkap nelayan karena proses penangkapannya tergolong mudah dan tidak memerlukan alat tangkap yang berat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini