KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (
DSNG) mencatatkan produksi tandan buah segar alias TBS sebesar 492.000 ton. Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk Andrianto Oetomo mengatakan, raihan tersebut meningkat 2,7% secara tahunan alias
year on year (YoY). “Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan produksi TBS kebun plasma sebesar 6,2% YoY, sementara kebun inti meningkat 1,8% YoY,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/4/2026).
Produksi
crude palm oil (CPO) tercatat meningkat 2,1% YoY menjadi 141.000 ton, diikuti Palm Kernel (PK) 2,9% YoY sebesar 27.000 ton, dan Palm Kernel Oil (PKO) 5,7% YoY sebesar 8.500 ton.
Baca Juga: Kinerja Dharma Satya Nusantara (DSNG) Tumbuh di Kuartal I 2026 “Kinerja operasional tercermin dari
Oil Extraction Rate (OER) sebesar 23,32% serta tingkat
Free Fatty Acid (FFA) di kisaran 3%,” katanya. Sepanjang kuartal I 2026, pendapatan DSNG tercatat Rp 2,88 triliun, tumbuh 8% YoY. segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan. Secara rinci, industri minyak sawit mentah menyumbang Rp 2,61 triliun ke pendapatan kuartal I 2026. Lalu, industri produk perkayuaan berkontribusi Rp 235,14 miliar dan energi terbarukan Rp 40,20 miliar. Penjualan CPO meningkat 18% YoY, namun harga jual rata-rata (
average selling price/ASP) turun sekitar 3% YoY pada kuartal I 2026. Meskipun demikian, segmen kelapa sawit tetap memberikan kontribusi positif terhadap kinerja pada periode ini.
Baca Juga: Cek Proyeksi IHSG untuk Pekan Ini dan Rekomendasi Sahamnya “Perseroan menyiapkan berbagai langkah strategis dan penuh kehati-hatian, termasuk program
replanting untuk menjaga produktivitas kebun. Hingga saat ini, realisasi
replanting mencapai sekitar 5.000-an hektare,” ungkapnya. Andrianto bilang, tekanan pasar global pada industri kayu masih berlanjut hingga kuartal I 2026. Ini seiring melemahnya permintaan terhadap produk panel dan, terutama
engineered flooring yang memiliki eksposur tinggi ke Amerika Serikat (AS).
Ketidakpastian dalam penerapan kebijakan serta administrasi tarif di AS turut menekan permintaan, meningkatkan kehati-hatian pembeli dan penundaan keputusan pembelian. DSNG mencatatkan penjualan panel kayu sebesar 26.000 meter kubik dan
engineered flooring mencatatkan volume penjualan sebesar 56.000 meter kubik. “Baik panel maupun
engineered flooring mengalami penurunan volume penjualan masing-masing 11,5% dan 63,2% YoY,” ungkapnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News