Dharma Satya Nusantara (DSNG) Optimistis Bisnis Tahun Ini Lebih Prospektif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menilik peluang kinerja segmen kelapa sawit yang lebih baik di tahun 2024 ini. Manajemen DSNG memprediksi, kebutuhan crude palm oil (CPO) masih akan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri yang akan mengerek naik harga CPO Tanah Air. 

Chief Financial Officer DSNG Jenti Widjaja memaparkan, ada beberapa faktor yang mampu mendorong bisnis kelapa sawit di tahun ini. Pertama, El Nino dengan skala moderat yang kemungkinan masih berlanjut hingga kuartal I-2024 dan baru akan melandai pada kuartal II-2024. 

Kemudian, Amerika Serikat yang telah menerapkan kebijakan biodiesel dan meminta produksi minyak kedelai (soybean) untuk ditingkatkan demi keperluan dalam negeri Paman Sam tersebut. 


Selanjutnya adalah, Tiongkok yang meningkatkan kapasitas produksi biodiesel mereka, di mana FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sebagai bahan baku dibutuhkan lebih banyak. 

Baca Juga: Blue Bird (BIRD) Yakin Permintaan Mobil Bekas Jelang Ramadan Meningkat

“Keempat, implementasi mandat B35 oleh pemerintah Indonesia sejak Agustus 2023 masih akan terus berlanjut dan kelima, konsumsi global akan minyak kelapa sawit akan lebih tinggi dibandingkan tingkat produksinya, sehingga mampu mengerek harga CPO global,” ungkap Jenti, kepada Kontan.co.id, Kamis (29/2). 

Dengan begitu, Manajemen DSNG pun menargetkan, baik dari sisi produksi maupun volume penjualan tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. DSNG memprediksi bisnis kelapa sawit ini masih akan bertumbuh satu digit pada tahun 2024. 

“Sejalan dengan bertambahnya tanaman usia yang memasuki usia prima dan program replanting untuk tanaman usia tua,” tambahnya. 

Pada tahun 2023, bisnis kelapa sawit memang masih menopang kinerja DSNG. Segmen bisnis ini berkontribusi sebanyak 88% atau Rp 8,4 triliun terhadap total penjualan DSNG yang sebesar Rp 9,5 triliun selama tahun 2023. 

DSNG tercatat membukukan laba sebesar Rp 842 miliar, atau terkoreksi 30% year on year (YoY) dibandingkan laba di tahun sebelumnya senilai Rp 1,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi