Di 2014, LINK dapat tambahan 238 ribu home pass



JAKARTA. PT Link Net Tbk membukukan kinerja positif sepanjang tahun lalu. Penyedia jasa internet dan televisi berbayar dengan kode saham LINK ini meraup laba bersih Rp 557,7 miliar, naik 54% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 362,16 miliar.

Chief Executive Officer LINK, Richard Kartawijaya bilang, pencapaian tersebut tak terlepas dari terus meningkatnya permintaan layanan internet baik untuk kebutuhan paket data maupun jaringan internet untuk televisi berbayar.

Kondisi tersebut disambut perseroan dengan penambahan home pass. Sepanjang tahun 2014, LINK menambah 238 ribu home pass. "Jadi jumlah home pass LINK saat ini mencapai 1,4 juta unit," imbuh Richard, Selasa (17/3) kemarin.


Dengan adanya tambahan jaringan kabel optik hingga ke rumah tersebut otomatis menambah jumlah pelanggan LINK. Rinciannya, jumlah pelanggan internet perseroan tercatat sebesar 392.134 pelanggan, naik 17,8% dibanding tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah pelanggan televisi berbayar tercatat sebanyak 362.643 pelanggan. Jumlah itu meningkat 19,2% dari tahun sebelumnya. 

Adanya tambahan jumlah pelanggan otomatis menggerakkan pendapatan yang diterima perseroan. Tahun lalu, manajemen membukukan pendapatan Rp 2,13 triliun. Angka ini naik 28,31% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 1,66 triliun.

Jika di rinci lebih lanjut, pendapatan berlangganan dari layanan broadband internet dan jaringan menjadi kontributor terbesar, mencapai Rp 1,19 triliun. Lalu pendapatan biaya berlangganan dari layanan televisi kabel yakni Rp 794,83 miliar. Pendapatan iklan dan lain-lain masing-masing Rp 90,84 miliar dan Rp 52,48 miliar.

Setelah dikurangi beberapa komponen beban, laba usaha LINK naik 41% dari Rp 593,76 miliar menjadi Rp 837,25 miliar. Lalu beban keuangannya terpangkas 53,86% dari Rp 120,8 miliar ke posisi Rp 55,72 miliar. Kondisi ini pada akhirnya mengerek laba bersih LINK yang tumbuh hingga 54%.

"Dengan pencapaian tersebut ditambah pertumbuhan ekonomi Indonesia secara menyeluruh, kami harapkan bisa melalui tahun-tahun berikutnya dengan baik," ujar Lirya. Sayang, manajemen belum bersedia merinci target kinerjanya untuk tahun ini.

Yang pasti, induk LINK, yakni PT First Media Tbk telah menyiapkan dana Rp 1 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk penambahan 200.000-250.000 home passed tahun ini.  Kawasan Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Medan dan Padang menjadi sasaran utama.

Namun perseroan akan lebih fokus mengembangkan wilayah Jakarta. Pasalnya, berdasarkan riset perseroan, Jakarta yang memiliki kurang lebih lima juta penduduk mempunyai potensi pasar dua juta rumah yang bisa dipasang home passed.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan