Di 2015, Sarana Menara catat laba Rp 2,96 triliun



JAKARTA. Perusahaan menara telekomunikasi, PT Sarana Menara Nusantara Tbk mencatatkan laba bersih tahun buku 2015 sebesar Rp 2,96 triliun, atau meningkat sekitar 168,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp1,09 triliun.

"Meskipun penuh tantangan eksternal yang kami hadapi pada tahun 2015, kami berhasil mempertahankan posisi sebagai perusahaan dengan portofolio menara terbesar dan neraca keuangan yang sehat," kata Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Tbk Ferdinandus Aming Santoso dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (20/4).

Pada tahun 2015, ia mengemukakan bahwa perseroan berhasil meningkatkan kinerja bisnis dengan menambah 642 menara (sebagian besar dari hasil akuisisi iForte) dan 900 sewa lokasi.


Ia juga menyampaikan bahwa pendapatan perseroan pada 2015 juga tercatat tumbuh sebesar 8,9 persen dari Rp 4,10 triliun menjadi Rp 4,46 triliun dengan EBITDA yang tumbuh sebesar 10,5 persen dari Rp3,418 triliun menjadi Rp 3,77 triliun.

Pada 2015, lanjut dia, perseroan merupakan satu-satunya perusahaan menara di Indonesia yang menerima peningkatan peringkat kredit. Standard & Poors meningkatkan nilai outlook dari BB+/Stabil menjadi BB+/Positif.

Kemudian, Fitch International dan Fitch Indonesia meningkatkan peringkat perseroan menjadi BB+ dan AA+. Selain itu, Moody's juga meningkatkan peringkat kredit perusahaan menjadi Ba1.

"Ke depannya, kami akan terus memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar di bidang industri menara dengan terus mempertahankan pendekatan investasi dan ekspansi yang disiplin," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan