Di Balik Perjalanan Haji, Ada Dokter Setia Mengawal Jemaah dari Awal hingga Pulang



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Ketika sebagian jemaah haji menikmati waktu istirahat setelah menempuh perjalanan panjang dari Makkah ke Madinah, dokter Vera Kurnia Fitri Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Daerah justru kembali memulai pekerjaannya. Baru sekitar 20 menit tiba di hotel di Madinah, dokter yang bertugas di Kloter PLM 12 asal Palembang itu sudah bersiap mengecek kembali kondisi para jemaah yang selama berminggu-minggu ia dampingi.

Bagi Vera, tugas sebagai Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) bukan sekadar mengobati orang sakit. Sejak keberangkatan dari Indonesia, selama menjalani ibadah di Makkah, melewati puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), hingga kini tiba di Madinah, ia terus mengawal kesehatan ratusan jemaah yang menjadi tanggung jawabnya.

“Begitu sampai di Madinah, yang pertama tetap kami lakukan adalah memantau kembali kondisi jemaah, terutama yang berisiko tinggi dan memiliki riwayat penyakit sebelumnya,” ujar Vera saat ditemui sesaat setelah tiba di Madinah, Selasa (9/6/2026).


Baca Juga: Ada di Hotel, Klinik Satelit Madinah Jadi Garda Terdepan Layani Kesehatan Jemaah Haji

Tanggung jawab yang dipikul Vera tidaklah ringan. Dalam Kloter PLM 12 terdapat 436 jemaah yang terbagi dalam 11 rombongan. Dari jumlah tersebut, sekitar 350 orang masuk kategori risiko tinggi, sebagian besar merupakan jemaah lanjut usia dengan berbagai penyakit penyerta atau komorbid.

Karena itu, setiap perpindahan kota selalu diawali dengan evaluasi kesehatan. Sebelum meninggalkan Makkah menuju Madinah, Vera dan tim memastikan kondisi para jemaah stabil untuk melakukan perjalanan. Mereka juga memeriksa kembali ketersediaan obat-obatan yang rutin dikonsumsi jemaah.

“Terutama yang risiko tinggi, yang punya riwayat kesehatan kurang baik, kami evaluasi ulang dan dipantau lebih ketat. Kami pastikan juga obat-obatan yang rutin diminum lengkap dan tetap dikonsumsi,” katanya.

Jika ada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan, Vera berupaya menangani terlebih dahulu di tingkat kloter. Namun apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut, koordinasi dilakukan dengan petugas sektor dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Dalam kondisi tertentu, jemaah bahkan harus dirawat di rumah sakit Arab Saudi dan tidak bisa langsung melanjutkan perjalanan bersama rombongan. Mereka nantinya akan diberangkatkan menyusul setelah kondisi kesehatannya membaik.

Baca Juga: Bawa 380 Jemaah Haji, Pesawat Saudi Airlines Alami Kendala Teknis di Oman

Meski mendampingi ratusan jemaah lansia dan risiko tinggi, Vera bersyukur seluruh rangkaian ibadah haji hingga fase Armuzna dapat dilalui dengan baik.

“Alhamdulillah mulai dari awal tiba di Makkah sampai selesai Armuzna dan sekarang sampai di Madinah, semuanya masih terkontrol,” ujarnya.

Menurut Vera, tantangan terbesar justru muncul setelah fase puncak haji berakhir. Setelah melewati perjalanan fisik yang berat di Armuzna, banyak jemaah sebenarnya berada dalam kondisi kelelahan. Namun di saat yang sama, mereka juga ingin memaksimalkan waktu yang tersisa untuk beribadah.

“Habis Armuzna, jemaah sudah mengalami kelelahan. Tetapi karena waktu di Makkah tinggal sedikit sebelum berangkat ke Madinah, banyak yang tetap ingin memaksimalkan ibadah di Masjidil Haram,” tuturnya.

Keinginan untuk mengejar pahala tambahan itulah yang kerap membuat petugas kesehatan harus bekerja lebih keras. Tidak jarang jemaah yang sudah mengeluhkan sakit atau kelelahan tetap memaksakan diri untuk beraktivitas.

Bagi Vera, menjaga kesehatan merupakan bagian penting dari ibadah itu sendiri. Karena itu, ia terus mengingatkan para jemaah agar tidak memaksakan kemampuan fisik, terlebih setelah menjalani rangkaian ibadah yang panjang dan menguras tenaga.

Ia menekankan pentingnya memperbanyak minum air putih, menghindari kelelahan berlebihan, dan memahami batas kemampuan tubuh masing-masing.

“Kita memang datang ke sini untuk beribadah. Banyak ibadah sunah yang bisa dilakukan. Tetapi yang paling penting adalah menjaga kesehatan diri sendiri. Kalau memang sudah lelah, sudah maksimal, ya istirahat. Jangan dipaksakan,” pesan Vera.

Baca Juga: Kemenhaj Bongkar Modus Badal Haji Fiktif & Penggelapan Dam, Kerugian Miliaran Rupiah

Di tengah lautan manusia yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk menunaikan ibadah haji, sosok dokter kloter seperti Vera mungkin tidak selalu terlihat. Namun kehadirannya menjadi penopang penting yang memastikan para jemaah tetap sehat dan mampu menyelesaikan perjalanan spiritual mereka dengan aman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News