Di Negara Ini, Mahasiswa Gen Z Berhasil Kalahkan Partai Penguasa Di Pemilu Parlemen
Senin, 26 Oktober 2026 20:31 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Gerakan mahasiswa Serbia mencetak kemenangan bersejarah dalam pemilihan umum (pemilu) parlemen pada Minggu (25/10/2026). Kemenangan Student List tersebut memaksa Aleksandar Vucic mengakui kekalahan setelah mendominasi politik Serbia selama lebih dari satu dekade. Vucic mengakui bahwa kelompok mahasiswa berhasil memenangi pemilu yang menjadi titik balik politik negara Balkan tersebut. Berdasarkan perkiraan awal yang disampaikan Vucic, Student List diproyeksikan memperoleh 135 hingga 140 kursi dari total 250 kursi parlemen. Sementara itu, kubu Partai Progresif Serbia atau Serbian Progressive Party (SNS) yang dipimpinnya diperkirakan hanya meraih sekitar 105 kursi, sebagaimana dilaporkan Reuters.
"Sudah jelas bahwa kita kalah dalam pemilu ini. Student List telah menang," ujar Vucic dalam pidato yang disiarkan televisi. Hasil tersebut menandai kemunduran besar bagi Vucic, yang mendominasi politik Serbia sejak menjabat sebagai perdana menteri pada 2014, sebelum menjadi presiden pada 2017. Baca Juga: The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Namun Peluang Kenaikan Masih Terbuka Gerakan mahasiswa Serbia berawal dari tragedi stasiun kereta Kemenangan Student List merupakan puncak dari gerakan protes mahasiswa yang berlangsung hampir dua tahun. Aksi tersebut bermula setelah atap beton stasiun kereta api di Novi Sad runtuh pada 2024 dan menewaskan 16 orang. Tragedi itu memicu kemarahan publik serta tuduhan korupsi dan kelalaian dalam pembangunan maupun pengawasan infrastruktur. Pemerintah menghadapi desakan untuk mengusut insiden tersebut secara transparan. Seiring berjalannya waktu, tuntutan mahasiswa berkembang. Mereka tidak hanya meminta pertanggungjawaban atas tragedi Novi Sad, tetapi juga mendesak pemberantasan korupsi, perbaikan sistem pendidikan, serta penyelenggaraan pemilu lebih awal. Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi kekuatan politik melalui Student List, daftar kandidat yang beranggotakan sekitar 250 orang dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, dokter, aktor, profesional, dan petani. Daftar kandidat itu dipimpin oleh ahli jantung Ilija Srdanovic. Para kandidat dipilih melalui proses yang melibatkan majelis mahasiswa untuk mewakili aspirasi gerakan tersebut. Selama kampanye, mahasiswa berkeliling Serbia untuk menemui pemilih secara langsung. Mereka juga berupaya mengimbangi pengaruh media yang dinilai cenderung mendukung partai penguasa. Menurut laporan Reuters, tingkat partisipasi pemilih mendekati 70%, menjadi yang tertinggi sejak pecahnya Yugoslavia pada 1992. Baca Juga: Industri Otomotif China Hadapi Tahun Sulit, Penjualan Diproyeksi Pulih pada 2027 Ribuan warga rayakan kemenangan di Belgrade Pengakuan kekalahan oleh Vucic langsung disambut perayaan di ibu kota Serbia, Belgrade. Puluhan ribu warga turun ke jalan untuk merayakan kemenangan kelompok mahasiswa. Suasana perayaan diwarnai bunyi klakson kendaraan, tarian, serta teriakan kemenangan dari para pendukung Student List. Sejumlah mahasiswa juga mengungkapkan kebahagiaan setelah perjuangan panjang mereka akhirnya membuahkan hasil. "Impian yang telah diperjuangkan selama dua tahun akhirnya menjadi kenyataan," ujar Mirjana Nikolic, salah satu kandidat Student List. Radomir Sajcic, profesor di Universitas Belgrade yang mewakili mahasiswa di markas gerakan tersebut, turut menyampaikan pesan kepada masyarakat Serbia. "Serbia yang terkasih, malam ini suara rakyat sedang didengar. Malam ini kita merayakan kemenangan, besok kita membangun masa depan," tuturnya. Kemenangan Student List juga mendapat sambutan dari sejumlah pemimpin Eropa. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan ucapan selamat dan menyatakan kesiapan Uni Eropa untuk mendukung masa depan Serbia di kawasan tersebut. Baca Juga: Belanda Target Pangkas 20% Pekerjaan Pemerintah dalam 10 Tahun Tantangan pemerintahan baru Serbia Meski berhasil mengalahkan kubu penguasa, kemenangan Student List belum sepenuhnya menjawab pertanyaan mengenai arah pemerintahan Serbia selanjutnya. Salah satu tantangan utama adalah menentukan sosok yang akan memimpin pemerintahan serta mengisi jabatan menteri strategis. Sebagian besar kandidat Student List berasal dari kalangan profesional dan akademisi yang belum memiliki pengalaman luas dalam pemerintahan nasional. Agenda domestik mereka mencakup pemberantasan korupsi, penguatan supremasi hukum, dan pembenahan sistem pendidikan. Namun, implementasi program tersebut akan bergantung pada kemampuan kelompok mahasiswa mengubah gerakan protes menjadi pemerintahan yang efektif. Kebijakan luar negeri juga menjadi pekerjaan rumah. Serbia perlu menjaga keseimbangan hubungan dengan Uni Eropa, China, dan Rusia, yang memiliki kepentingan ekonomi maupun strategis berbeda di negara tersebut. Radivoje Grujic, konsultan pemilu yang berbasis di Warsawa, menilai ketidakpastian terbesar terletak pada komposisi pemerintahan baru dan kemampuan para pemimpin terpilih memenuhi janji kampanye mereka.
Di sisi lain, Vucic menyatakan partainya siap melanjutkan aktivitas politik sebagai oposisi. Ia mengakui kekalahan, tetapi menegaskan bahwa struktur partainya masih kuat dan mampu bertahan di luar pemerintahan. Bagi Serbia, hasil pemilu ini menjadi momentum penting setelah hampir dua tahun demonstrasi. Namun, keberhasilan Student List pada tahap pemilihan baru merupakan awal dari tantangan yang lebih besar, yakni membuktikan bahwa perubahan politik dapat diikuti perbaikan tata kelola pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/10/26/193000965/tumbangnya-rezim-serbia-oleh-gen-z-partai-bentukan-mahasiswa-gulingkan?page=all#page2.
IHSG Melemah Hari ini, Berikut 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi (26 Oktober 2026).