Di Ramadan, pembiayaan bisa naik 30%



JAKARTA. Tradisi mudik membawa berkah bagi perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor. Mudik merupakan puncak lalu lintas manusia di Indonesia, baik menumpang transportasi umum maupun menaiki kendaraan pribadi.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Wiwie Kurnia mengatakan, tren pembiayaan mencetak pertumbuhan tertinggi saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri. "Satu bulan ke depan, pembiayaan bisa mencapai 10%-15% lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," ujarnya kepada KONTAN, kemarin (1/8).

BCA Finance mempunyai cara sendiri untuk meraup besarnya pasar pembiayaan sebulan ke depan. Presiden Direktur BCA Finance, Roni Haslim mengatakan, pihaknya menurunkan suku bunga untuk menghadapi persaingan selama Ramadan.


Suku bunga pembiayaan satu tahun dari 4,65% menurun menjadi 3,99%. Pembiayaan dua tahun, layu dari 4,95% menjadi 4,65%. "Pembiayaan tiga tahun dari 5,1% menjadi 4,99%. Sedangkan pembiayaan empat tahun dari yang tadinya 5,75% menjadi 5,65%," kata Roni, akhir pekan lalu.Suku bunga akan kembali normal seusai Lebaran. "Namun, kami masih melihat situasi pasar nanti," katanya.

Roni optimistis, pembiayaan kendaraan bermotor roda empat bakal tumbuh minimal 10% menjadi Rp 1,8 triliun sepanjang Ramadan dan Idul Fitri. Bulan-bulan sebelumnya, pembiayaan BCA Finance antara Rp 1,5 triliun-Rp 1,6 triliun per bulan.

Tetap hati-hati

Tapi, strategi menurunkan bunga menjelang Lebaran ini tak berlaku di semua multifinance. Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance, Frengkie Natawijaya mengatakan, pihaknya akan tetap mematok suku bunga di kisaran 5%. Pasar masih besar untuk digarap, "Tak perlu sampai menurunkan suku bunga," kata Frengkie.

Sekretaris Perusahaan Adira Finance, Yuky Hondojono pun mengatakan hal senada. Untuk berkompetisi dengan multifinance lain, Adira biasanya membuat program-program promosi, tapi tak sampai menurunkan bunga. "Setelah Ramadan biasanya multifinance akan menaikkan lagi DP," tambahnya.

Adira menargetkan bisa menggelontorkan kredit konsumen di kisaran Rp 2,8 triliun hingga Rp 3 triliun selama bulan Agustus. "Atau naik hampir 30% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, yang sebesar Rp 2,2 triliun," tutur Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila.

Lain lagi strategi BFI Finance Indonesia. BFI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, mengingat aktivitas usaha pembiayaan bulan ini hanya memanfaatkan momentum.

Direktur BFI Finance, Cornellius Henry khawatir, jika jor-joran memberikan pembiayaan, pembayaran berpotensi mandek. "Kalau kebutuhan hanya untuk Idul Fitri, kekhawatiran kami, pembayaran kredit macet setelahnya," pungkasnya. Namun, Henry percaya, BFI akan mencetak kenaikan pembiayaan sekitar 10% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Si pendorong, naiknya permintaan dan promosi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News