Di Tengah Gejolak, Bos Citi Indonesia Sebut Belum Ada Debitur yang Minta Kelonggaran



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meski berbagai tekanan menghantam global dan domestik, Citibank Indonesia melihat debitur terutamanya di sektor ekspor-impor, masih memiliki kemampuan bayar yang cukup baik. 

Hingga akhir tahun lalu, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Citi Indonesia naik tipis menjadi 0,03% dari posisi 0,00% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun begitu, CEO Citi Indonesia Batara Sianturi bilang rasio NPL yang hampir nihil itu pada dasarnya menunjukkan kemampuan bank mempertahankan kualitas asetnya. 

Pun, hingga saat ini Citi Indonesia belum melakukan pelonggaran bagi debitur tertentu. “Kami belum melakukan provisi apa pun dalam hal kualitas portofolio,” kata Batara dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (30/4/2026). 


Baca Juga: Mandiri Inhealth Catat Kenaikan Laba 82% pada Kuartal I-2026

Batara tak menampik bahwasannya kondisi pasar saat ini banyak tertekan: mulai dari ketidakpastian global hingga volatilitas nilai tukar rupiah. Untuk itu, pihaknya telah melakukan stress test dan hasilnya, kata Batara, cukup memuaskan. 

“Kami melihat hasil yang padat, dengan CAR yang tetap memadai. Kami punya buffer yang cukup,” tegas Batara. 

Untuk diketahui, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Citi Indonesia ada di posisi 38,46% per Desember 2025, turun tipis dari posisi 40,51% pada tahun sebelumnya. 

Sebagai bank dengan pasar debitur utama di sektor ekspor-impor, Batara bilang pihaknya kini bakal lebih sensitif dalam memenuhi kebutuhan nasabah di tengah volatilitas saat ini. Hal itu dilakukan pihaknya sembari terus menavigasi arah pasar di tengah ketidakpastian di global dan domestik. 

“Kami berinteraksi dengan importir dan eksportir, baik yang multinasional maupun korporasi, kami serahkan ke mana arah kebutuhan mereka. Kami memantau perkembangan pasar,” ujar Batara. 

Baca Juga: Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Bidik Pertumbuhan Kredit Hingga 9% pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News