KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah mengklaim minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) masih tinggi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan sebagian besar pembiayaan utang pemerintah masih didukung oleh pendanaan dari pasar SBN domestik dengan tingkat permintaan yang tetap kuat. Hal ini tercermin dari rasio bid to cover dalam lelang SBN yang masih terjaga tinggi. Untuk Surat Utang Negara (SUN), rasio bid to cover tercatat berada di atas 2 kali. Sementara untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai sekitar 3,1 kali. “Bahkan dibandingkan dengan tahun lalu, tahun ini lebih baik,” ujar Juda dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026, Rabu (11/3/2026).
Di Tengah Gejolak Pasar, Pemerintah Klaim Minat Investor Pada SBN Masih Tinggi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah mengklaim minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) masih tinggi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan sebagian besar pembiayaan utang pemerintah masih didukung oleh pendanaan dari pasar SBN domestik dengan tingkat permintaan yang tetap kuat. Hal ini tercermin dari rasio bid to cover dalam lelang SBN yang masih terjaga tinggi. Untuk Surat Utang Negara (SUN), rasio bid to cover tercatat berada di atas 2 kali. Sementara untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai sekitar 3,1 kali. “Bahkan dibandingkan dengan tahun lalu, tahun ini lebih baik,” ujar Juda dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026, Rabu (11/3/2026).