Di Tengah Kenaikan Bunga The Fed, Bisnis Emas Perbankan Tetap Menggeliat



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan The Fed berpotensi menekan harga emas global karena membuat aset berbasis dolar AS dan instrumen berbunga menjadi lebih menarik. Meski demikian, kondisi tersebut belum menyurutkan minat masyarakat terhadap bisnis emas di Indonesia, yang masih mencatat pertumbuhan positif.

PT Pegadaian misalnya, mencatat total kelolaan emas mencapai 155 ton. Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian Yos Iman Jaya Dappu mengatakan, dari total kelolaan emas tersebut, porsi Tabungan Emas Pegadaian telah mencapai lebih dari 20 ton.

“Kalau ditanya total kelolaan emas kita itu ada di angka 155 ton. Kalau untuk Tabungan Emas saja itu sudah lebih dari 20 ton sampai hari ini,” kata Yos di Jakarta, Jumat (18/9).


Baca Juga: Murni Sadar (MTMH) Ubah Perjanjian Kredit dengan BCA, Plafon Rp60 Miliar Dialihkan

Menurut Yos, perkembangan tersebut menunjukkan emas masih memiliki ruang pertumbuhan sebagai instrumen investasi. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar melihat emas sebagai investasi jangka panjang dan tidak semata-mata mengejar pergerakan harga dalam jangka pendek.

“Emas itu bukan untuk bulanan, apalagi harian. Emas itu adalah proyeksi untuk saya bilang 3-5 tahun ke depan,” ujarnya.

Yos menambahkan, ketika harga emas mengalami penurunan, masyarakat justru dapat memanfaatkannya untuk mulai membeli emas, baik melalui Tabungan Emas maupun emas fisik.

“Pada saat sekarang seperti ini ketika harga emas lagi turun, justru ini saatnya untuk membeli emas, baik itu melalui Tabungan Emas atau membeli fisik,” kata dia.

Ia menjelaskan, emas memiliki karakteristik berbeda dengan uang karena pasokannya terbatas dan berasal dari pertambangan. Karena itu, harga emas tetap dapat mengalami fluktuasi dalam jangka pendek.

Yos juga mengingatkan masyarakat untuk memperhitungkan selisih harga beli dan harga jual apabila ingin bertransaksi emas dalam jangka pendek.

“Pada saat dijual pasti kalian akan kalah harga, itu sudah pasti, setiap hari,” ujarnya.

Karena itu, ia menyarankan dana yang ditempatkan dalam emas merupakan dana investasi yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat, bukan dana untuk kebutuhan sehari-hari maupun dana darurat.

Di sisi perbankan, sementara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga mencatat perkembangan bisnis bullion yang cukup signifikan.

Hingga Juni 2026, BSI telah memperdagangkan 8,06 ton emas melalui layanan bullion bank. Jumlah nasabah bullion juga telah menembus lebih dari 1,3 juta orang, meningkat 700% secara tahunan (year on year/yoy) sejak awal 2026.

Pertumbuhan jumlah nasabah tersebut turut mendorong fee-based income (FBI) bisnis emas BSI yang tumbuh 712% yoy.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan dan masyarakat yang semakin selektif dalam berinvestasi, emas semakin menjadi pilihan untuk menjaga nilai aset.

“Melalui layanan bullion, kami ingin menghadirkan investasi emas yang semakin mudah, aman, dan terjangkau sehingga masyarakat dapat mulai langkah emasnya dalam membangun aset jangka panjang,” ujar Cahyo.

BSI kini memiliki ekosistem emas yang mencakup layanan bullion bank, Cicil Emas, Gadai Emas hingga penjualan BSI Gold.

Secara keseluruhan, outstanding gadai emas dan cicil emas BSI mencapai Rp30,5 triliun per Juni 2026, tumbuh 80,50%.

Hingga Juli 2026, kontribusi bisnis emas juga mendorong FBI BSI mencapai sekitar Rp2,10 triliun, atau tumbuh 100% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk memperluas akses, BSI menyediakan pembelian emas melalui aplikasi BYOND by BSI mulai dari Rp50.000. Nasabah juga dapat melakukan transaksi pembelian dan penjualan emas secara real-time selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.

BSI juga mulai memperluas penetrasi emas fisik melalui BSI Gold yang tersedia di toko emas resmi rekanan BSI di sejumlah sentra emas nasional.

Pertumbuhan bisnis emas juga tercermin dari pembiayaan emas di bank syariah lainnya.

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, pembiayaan Emas iB mencapai Rp598 miliar per Agustus 2026, tumbuh 81,8% yoy.

“Selain kemudahan fitur layanan Bank, kami melihat peningkatan pembiayaan emas juga didukung oleh semakin meningkatnya literasi di masyarakat bahwa emas merupakan salah satu instrumen investasi jangka panjang yang menarik,” kata Pranata.

BCA Syariah menyediakan pembiayaan Emas iB melalui aplikasi BSya by BCA Syariah maupun kantor cabang. Pembiayaan menggunakan akad murabahah dengan pilihan gramasi mulai dari 5 gram, uang muka mulai 10%, serta tenor hingga lima tahun.

Untuk memastikan ketersediaan dan kualitas emas, BCA Syariah bekerja sama dengan sejumlah penyedia emas, yakni Antam, Hartadinata dan Galeri 24.

BCA Syariah juga menargetkan pembiayaan Emas iB dapat menopang pertumbuhan pembiayaan konsumer hingga mencatat kenaikan double digit pada akhir 2026. Strategi yang dilakukan antara lain pengembangan layanan digital, kegiatan expo, serta edukasi dan literasi keuangan.

Sementara itu, PT Bank bjb Syariah juga melihat peluang pertumbuhan bisnis emas masih terbuka.

Direktur Utama bank bjb syariah Arief Setyahadi mengatakan, pengembangan bisnis emas sejalan dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk memperkuat bisnis berbasis syariah, termasuk melalui produk Mitra Emas iB Maslahah.

“Minat masyarakat terhadap emas terus memberikan peluang bagi perbankan syariah untuk mengembangkan bisnis ini. Emas tidak hanya dipandang sebagai aset yang memiliki nilai jangka panjang, tetapi juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan,” ujar Arief.

Menurut dia, pergerakan harga emas turut memengaruhi volume dan nilai taksiran, khususnya pada produk gadai emas. Ketika harga emas meningkat, terdapat kecenderungan nasabah melakukan top up karena nilai taksiran emas yang dimiliki ikut meningkat.

Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan produk emas bank bjb syariah yang mencapai 105% yoy.

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan, bank bjb syariah akan terus mengembangkan produk dan layanan, memperluas akses, serta meningkatkan edukasi dan literasi mengenai emas.

Bank bjb syariah juga mendorong kerja sama dengan komunitas emas dan kegiatan edukasi, baik melalui kanal digital maupun kegiatan offline. Salah satunya melalui program Gadai Emas Berkah Sekolah (Gebyar Sekolah).

Baca Juga: Asuransi Digital Bersama (YOII) Lirik Peluang Bisnis Asuransi Hewan Peliharaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News