Di Tengah Kenaikan Harga Produk Apple, Gadai Elektronik Premium Masih Bergerak Stabil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah kenaikan harga produk Apple, sejumlah perusahaan pergadaian menyebut bahwa tren gadai barang elektronik premium masih cukup stabil.

Sejumlah pemain, yaitu PT Budi Gadai Indonesia dan PT Gadai ValueMax Indonesia mengatakan bahwa hingga saat ini perusahaan mereka tidak melihat adanya peningkatan signifikan pada gadai barang elektronik premium.

Direktur Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring menyebut bahwa keputusan masyarakat untuk menggadaikan barang lebih didorong oleh kebutuhan likuiditas atau dana cepat.


"Keputusan masyarakat untuk menggadaikan barang elektronik lebih didorong oleh kebutuhan likuiditas dan atau dana cepat," jelasnya kepada Kontan, Senin (16/7/2026).

Baca Juga: Omzet Naik 250%, Gadai ValueMax Buka Peluang Tambah Cabang Baru

Menurutnya, kenaikan harga produk Apple memang bisa mempengaruhi nilai pasar barang. Namun, katanya pengaruhnya terhadap volume transaksi gadai relatif tidak signifikan.

Di sisi lain, transaksi gadai elektronik di Budi Gadai Indonesia juga cenderung stabil dan lebih dipengaruhi kebutuhan pembiayaan dan bukan karena fluktuasi harga produk tertentu.

Hal serupa juga disampaikan Direktur Utama PT Gadai ValueMax Indonesia, Brian Wiraatmadja. Katanya, hingga saat ini perusahaan tidak melihat adanya lonjakan gadai elektronik premium meski memang ada segmen masyarakat yang memanfaatkan smartphone premium sebagai agunan.

Baca Juga: Kebutuhan Dana Cepat Tinggi, Perusahaan Gadai Yakin Permintaan Pembiayaan Tumbuh

"Untuk barang elektronik premium, kami melihat permintaannya relatif stabil," katanya.

Brian menegaskan dibandingkan barang elektronik emas, emas masih menjadi pilihan utama masyarakat karena nilai agunannya lebih stabil dan risiko penyusutannya relatif lebih rendah.

Sementara itu, agunan di Budi Gadai Indonesia masih didominasi oleh barang elektronik, kendaraan, dan lainnya atau EKL.

Baca Juga: Budi Gadai Indonesia: Pangsa Pasar Pergadaian Masih Besar dan Punya Prospek Baik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News