KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah persaingan likuiditas perbankan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masih mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga dua digit. Per Juni 2025, BNI mencatat pertumbuhan DPK sebesar 16,5% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 900 triliun. Pertumbuhan ini bahkan dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan DPK industri perbankan yang hanya tumbuh 6,6% YoY. Adapun, DPK BNI didominasi oleh peningkatan dana murah (CASA) yang tumbuh 18,7% YoY menjadi Rp 647,6 triliun. Pertumbuhan rekening giro sebesar 25,1% YoY dan tabungan 10,5% YoY.
Di Tengah Likuiditas Ketat, Dana Pihak Ketiga di BNI Melesat 16,5% per Juni 2025
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah persaingan likuiditas perbankan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masih mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga dua digit. Per Juni 2025, BNI mencatat pertumbuhan DPK sebesar 16,5% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 900 triliun. Pertumbuhan ini bahkan dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan DPK industri perbankan yang hanya tumbuh 6,6% YoY. Adapun, DPK BNI didominasi oleh peningkatan dana murah (CASA) yang tumbuh 18,7% YoY menjadi Rp 647,6 triliun. Pertumbuhan rekening giro sebesar 25,1% YoY dan tabungan 10,5% YoY.
TAG: