KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) berhasil mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang tiga kuartal 2020. Emiten produsen pupuk NPK non subsidi ini membukukan penjualan senilai Rp 994,89 miliar per 30 September 2020. Realisasi ini naik 3,01% dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun 2019 yang sebesar Rp 965,78 miliar. Seluruh pendapatan SAMF berasal dari penjualan urea sektor industri. Sementara penjualan yang melebihi 10% dari pendapatan adalah penjualan terhadap PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang mencapai Rp 148,68 miliar.
Naiknya pendapatan juga mengerek laba bersih perusahaan. Tercatat, SAMF juga mencatatkan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada kuartal ketiga 2020 sebesar 8,81% menjadi Rp 73,22 miliar. Sebagai gambaran, laba tahun berjalan SAMF pada periode September 2019 senilai Rp 67,29 miliar. Baca Juga: Harga CPO membaik, Saraswanti (SAMF) optimistis kinerjanya bisa lebih dari tahun lalu Yahya Taufik, Direktur Utama SAMF mengatakan, sejak bulan Mei 2020, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terus mengalami kenaikan hingga saat ini ternyata berdampak pada peningkatan permintaan pupuk oleh konsumen SAMF, yang sebagian besar memang merupakan perkebunan kelapa sawit. Distribusi pupuk ke konsumen semakin membaik dan lancar seiring dengan adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebelumnya, pandemi Covid-19 turut mempengaruhi usaha SAMF yang bergerak di bidang pupuk NPK. Hal ini menyebabkan kinerja emiten anyar ini pada semester pertama 2020 menurun bila dibandingkan kinerja semester pertama 2019. Kondisi ini juga dibarengi dengan harga CPO yang mengalami penurunan selama semester pertama 2020. “Kami optimis kinerja Perseroan yang sempat mengalami penurunan di semester pertama 2020 akan tertutupi dengan membaiknya kinerja pada semester kedua ini,” terang Yahya, Senin (23/11).