KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tekanan ekonomi global dan tuntutan efisiensi bisnis, tidak sedikit perusahaan mulai menahan atau bahkan mengurangi inisiatif sustainability di perusahaannya. Namun, pendekatan berbasis simbolik dinilai tidak lagi relevan di tengah kebutuhan akan dampak yang nyata dan terukur. Kondisi ini mencerminkan tantangan baru dalam implementasi sustainability, di mana perusahaan dihadapkan pada kebutuhan untuk memastikan bahwa setiap inisiatif tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap kinerja bisnis dan pemangku kepentingan. Pada Lestari Forum 2026, Sony Sukada, Juri Lestari Awards 2025 sekaligus Anggota Dewan Pengawas Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P), menyoroti bahwa pergeseran ini menuntut perubahan cara pandang dalam menilai keberlanjutan dari sekadar aktivitas menjadi dampak yang terukur dan berkelanjutan.
Baca Juga: Perkuat Investasi di Asia Tengah, Hotel Kampoeng Indonesia Hadir di Samarkand, “Kami tidak menilai besarnya program, tetapi seberapa dalam sustainability terintegrasi dalam strategi bisnis dan dampak nyata yang dihasilkan. Inisiatif yang kuat adalah yang tetap memberikan manfaat jangka panjang, bahkan ketika program tersebut sudah tidak lagi dijalankan,” ujar Sony Sukada. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan inisiatif sustainability tidak lagi ditentukan oleh skala program, melainkan oleh kualitas implementasi, relevansi terhadap kebutuhan bisnis, serta dampak yang dihasilkan secara berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan pemangku kepentingan dan kemampuan dalam mengukur dampak secara terstruktur menjadi faktor penting dalam memastikan efektivitas program. Tanpa pengukuran yang jelas, inisiatif sustainability berisiko berhenti pada aktivitas tanpa menghasilkan perubahan yang berarti.
Baca Juga: Alamtri (ADRO) Fokus Efisiensi Saat Pemangkasan RKAB 2026 dan Implementasi B50 “Sustainability bukan soal seberapa banyak yang dilakukan, tetapi seberapa nyata perubahan yang dihasilkan. Yang terpenting adalah bagaimana inisiatif tersebut mampu memperbaiki sistem dan memberikan dampak jangka panjang,” tambahnya. Sejalan dengan pentingnya penerapan kerangka strategis keberlanjutan tersebut, Lestari Forum 2026 sekaligus menjadi momentum pendorong bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memvalidasi dan mengukur dampak inisiatif mereka melalui Lestari Awards 2026. Ajang yang diinisiasi oleh KG Media ini membuka ruang bagi entitas bisnis untuk memanggungkan praktik keberlanjutan yang telah terintegrasi dalam sistem operasional mereka. Selain mendapatkan apresiasi, para pemenang Lestari Awards 2026 akan memperoleh amplifikasi publikasi melalui ekosistem KG Media, serta peluang emas untuk bersaing di kompetisi ESG tingkat regional Asia.
Baca Juga: Garudafood (GOOD) Fokus Perkuat Inovasi Produk pada 2026 Pendaftaran Lestari Awards 2026 telah dibuka dan akan berlangsung hingga Sabtu, 9 Mei 2026.
Perusahaan dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang berminat dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui tahapan berikut:
- Masuk/Daftar menggunakan KG Media ID di laman resmi pendaftaran https://lestari.kgmedia.id/award.
- Pilih kategori yang relevan sesuai skala bisnis dan kategori dampak sustainability
- Melengkapi formulir dan mengunggah dokumen pendukung (evidence).
- Menyelesaikan administrasi pendaftaran.
Informasi lebih lengkap mengenai kategori, mekanisme pendaftaran, serta parameter penilaian dapat diakses langsung melalui laman resmi: https://lestari.kgmedia.id/award. Lestari Summit & Awards merupakan inisiatif keberlanjutan yang diinisiasi oleh KG Media untuk mendorong praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia. Program ini menghadirkan forum diskusi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, sekaligus memberikan apresiasi melalui Lestari Awards kepada perusahaan dan organisasi yang menjalankan inisiatif sustainability serta berkontribusi terhadap praktik environmental, social, and governance (ESG), dengan harapan dapat menjadi inspirasi dan mendorong penerapan keberlanjutan yang lebih luas di berbagai sektor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News