Di Tengah Tekanan Ekonomi, Segmen Mobil Bekas Mandiri Utama Finance Sumbang 15%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Segmen pembiayaan mobil bekas PT Mandiri Utama Finance (MUF) memiliki kontribusi signifikan dalam portofolio bisnis mereka. Ini terjadi karena perubahan tren industri otomotif saat ini.

Direktur MUF, Dapot Parasian S. Sinaga, mengatakan kondisi ekonomi memengaruhi kinerja industri pembiayaan. Meski demikian, pembiayaan mobil bekas tetap menjadi salah satu pilihan yang relevan bagi masyarakat.

Menurutnya, pasar mobil bekas masih memiliki segmen konsumen tersendiri sehingga tetap mampu mempertahankan daya tariknya di tengah berbagai perubahan yang terjadi di industri otomotif.


Baca Juga: BTN Mulai Waspadai Dampak Kenaikan BI Rate ke Kualitas KPR

"MUF melihat dinamika kondisi ekonomi dan perubahan tren industri otomotif turut memengaruhi industri pembiayaan. Namun demikian, produk pembiayaan mobil bekas masih menjadi pilihan yang relevan bagi masyarakat karena pasar mobil bekas tetap memiliki segmennya tersendiri," ujarnya kepada Kontan, Kamis (11/6/26).

Kendati tidak merinci anggakanya, hingga April 2026 pembiayaan mobil bekas MUF menunjukkan adanya penyesuaian dibanding periode sebelumnya.

Namun, segmen tersebut masih memberikan kontribusi yang signifikan terhadap bisnis perusahaan dengan porsi sebesar 15% terhadap total penyaluran pembiayaan MUF.

Ke depan, perusahaan tetap mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi permintaan pembiayaan kendaraan, di antaranya pergerakan nilai tukar rupiah dan suku bunga.

Menurut Dapot, kedua faktor tersebut dapat memengaruhi daya beli masyarakat serta keputusan konsumen dalam melakukan pembelian kendaraan.

Namun demikian, MUF tetap optimistis terhadap prospek pembiayaan mobil bekas. Perusahaan menilai segmen ini masih menjadi alternatif kepemilikan kendaraan yang relevan bagi masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News