KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pekan ini diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan alias BI rate. Jika itu terjadi, membuka ruang bagi indiustri perbankan memaksimalkan transmisi dan meredakan tekanan margin. Diharapkan juga menjadi angin segar bagi harga saham perbankan. Pada akhir perdagangan Jumat (17/4), saham perbankan masih mencatatkan koreksi harga dibanding awal tahun alias year to date (ytd). Dari jajaran big banks, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terjun paling dalam. Terkoreksi koreksi 20,43% ytd menjadi Rp 6.425 per saham. Menyusul PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 15,1% ytd ke Rp 3.710, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 9,41% ytd ke Rp 4.620, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 6,28% ytd ke Rp 3.430. Dari sisi fundamental, Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menjelaskan, stabilitas suku bunga merupakan katalis positif bagi sektor perbankan.
Di Tengah Tekanan Saham Perbankan, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga, Apa Efek ke Bank?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pekan ini diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan alias BI rate. Jika itu terjadi, membuka ruang bagi indiustri perbankan memaksimalkan transmisi dan meredakan tekanan margin. Diharapkan juga menjadi angin segar bagi harga saham perbankan. Pada akhir perdagangan Jumat (17/4), saham perbankan masih mencatatkan koreksi harga dibanding awal tahun alias year to date (ytd). Dari jajaran big banks, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terjun paling dalam. Terkoreksi koreksi 20,43% ytd menjadi Rp 6.425 per saham. Menyusul PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 15,1% ytd ke Rp 3.710, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 9,41% ytd ke Rp 4.620, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 6,28% ytd ke Rp 3.430. Dari sisi fundamental, Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menjelaskan, stabilitas suku bunga merupakan katalis positif bagi sektor perbankan.