KONTAN.CO.ID - Mantan Chief Executive Officer (CEO) Google, Eric Schmidt, menunjukkan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk tetap aktif di garis depan inovasi teknologi. Di usianya yang kini menginjak 70 tahun, tokoh yang memimpin Google selama lebih dari satu dekade ini justru semakin agresif memperluas ekspansi bisnisnya ke sektor infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan energi. Langkah Schmidt ini didorong oleh visi besar untuk menyelesaikan masalah mendasar dalam pengembangan teknologi masa depan.
Terinspirasi Henry Kissinger
Dedikasi Schmidt dalam bekerja melampaui usia pensiun konvensional ternyata sangat dipengaruhi oleh mentor sekaligus sahabat dekatnya, mendiang Henry Kissinger. Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat tersebut dikenal tetap bekerja aktif hingga usia 100 tahun. Melansir dari Yahoo Finance, Schmidt mengungkapkan bahwa Kissinger percaya masa perubahan besar menuntut tanggung jawab dan tindakan nyata, bukan sikap lepas tangan. Perspektif inilah yang mendasari keputusan Schmidt untuk terus terlibat aktif dalam mengarahkan dampak AI bagi kepentingan publik. Hubungan keduanya bahkan menghasilkan karya kolaboratif berupa buku berjudul The Age of AI: And Our Human Future yang terbit pada 2021, setahun sebelum fenomena ChatGPT meledak di pasar global. Baca Juga: 10 Orang Terkaya Dunia Pecahkan Rekor di Akhir 2025, Elon Musk Tetap Nomor 1Mengatasi Masalah Energi Melalui Bolt Data & Energy
Salah satu langkah paling strategis yang diambil Schmidt saat ini adalah peluncuran startup baru bernama Bolt Data & Energy. Perusahaan ini difokuskan untuk mengembangkan kawasan pusat data (data center) dan pembangkit listrik di wilayah Texas Barat. Menurut Schmidt, kendala terbesar dalam pengembangan AI saat ini bukanlah terletak pada algoritma, melainkan pada ketersediaan energi. Bagi para investor dan pelaku industri, inisiatif Schmidt ini menyoroti peluang besar dalam sektor infrastruktur pendukung teknologi. Untuk mencapai skala yang memadai, diperlukan infrastruktur masif yang mampu mengintegrasikan daya listrik besar dengan kemampuan komputasi tinggi. Rencana operasional Bolt Data & Energy mencakup beberapa tahapan strategis berikut:- Pembangunan Pembangkit Listrik Gas Alam: Memulai operasional di Texas Barat yang merupakan pusat industri minyak dan gas untuk menjamin ketersediaan daya awal.
- Integrasi Energi Terbarukan: Menambahkan sumber energi terbarukan ke dalam sistem untuk meningkatkan ketahanan energi.
- Fokus pada Penyimpanan Baterai: Mengembangkan teknologi baterai guna mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi distribusi daya.
- Pengembangan Energi Nuklir: Menargetkan penggunaan tenaga nuklir di masa depan sebagai solusi jangka panjang untuk kebutuhan daya klaster GPU (Graphics Processing Unit) berkepadatan tinggi.