KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) mengkritik uji coba rudal anti-satelit yang dilakukan Rusia karena menyebarkan puing-puing di orbit rendah Bumi. Sisa ledakan tersebut dinilai bisa membahayakan kegiatan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) hingga bertahun-tahun berikutnya. Pada hari Senin (15/11), sebuah rudal anti-satelit ditembakkan oleh Rusia ke salah satu satelitnya sendiri. Uji coba ini menghasilkan lebih dari 1.500 keping puing orbital dan kemungkinan akan menelurkan ratusan ribu pecahan yang lebih kecil. Dilansir dari Reuters, awak ISS telah diarahkan untuk berlindung di kapsul pesawat ruang angkasa mereka yang berlabuh selama dua jam setelah tes sebagai tindakan pencegahan untuk memungkinkan pelarian cepat seandainya diperlukan.
Dianggap bisa membahayakan ISS, NASA kritik uji coba rudal anti-satelit Rusia
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) mengkritik uji coba rudal anti-satelit yang dilakukan Rusia karena menyebarkan puing-puing di orbit rendah Bumi. Sisa ledakan tersebut dinilai bisa membahayakan kegiatan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) hingga bertahun-tahun berikutnya. Pada hari Senin (15/11), sebuah rudal anti-satelit ditembakkan oleh Rusia ke salah satu satelitnya sendiri. Uji coba ini menghasilkan lebih dari 1.500 keping puing orbital dan kemungkinan akan menelurkan ratusan ribu pecahan yang lebih kecil. Dilansir dari Reuters, awak ISS telah diarahkan untuk berlindung di kapsul pesawat ruang angkasa mereka yang berlabuh selama dua jam setelah tes sebagai tindakan pencegahan untuk memungkinkan pelarian cepat seandainya diperlukan.