KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Diastika Biotekindo Tbk (
CHEK) menilai industri teknologi alat kesehatan di Indonesia masih prospektif, seiring adanya perubahan kebutuhan diagnostik di Indonesia. Direktur Utama Diastika Biotekindo, F.X. Yoshua Raintjung mengatakan, saat ini peluang bagi industri alat kesehatan semakin luas lantaran pasar kini tak hanya membutuhkan pemeriksaan rutin. "Rumah sakit dan dokter semakin membutuhkan pemeriksaan yang dapat memberikan informasi lebih spesifik untuk membantu menentukan diagnosis dan terapi," ujarnya kepada Kontan, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Knight Frank: Pasar Apartemen Sewa Jakarta Pulih, Hunian 67,6% per Semester I-2026 Adapun CHEK telah memiliki eksposur pada tiga area diagnostik, yakni routine diagnostics, molecular diagnostics, serta genomic testing yang mendukung penerapan personalized medicine. Selain membuka peluang pendapatan baru, Yoshua menyebut teknologi tersebut juga berpotensi membuat proses pemeriksaan menjadi lebih efisien. Menurutnya, pemeriksaan tertentu yang sebelumnya harus dikirim ke luar negeri, berpotensi dilakukan di dalam negeri melalui fasilitas dan teknologi yang tersedia. "Dengan begitu
turnaround time dapat lebih cepat dan biaya bagi pasien berpotensi lebih efisien," lanjutnya. Dalam jangka panjang, Yoshua bilang, CHEK tidak hanya ingin dikenal sebagai perusahaan yang menjual instrumen laboratorium. Namun, juga sebagai penyedia solusi diagnostik
end-to-end dan produk
high tech sebagai
barrier to entry yang kuat. "Hal ini dapat memperkuat posisi kompetitif dan keunggulan CHEK di industri alat kesehatan," imbuh Yoshua. Dari sisi kinerja, berdasarkan laporan keuangannya, pada semester I-2026, CHEK meraup pendapatan Rp 82,28 miliar, bertumbuh 5,1% year on year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 78,31 miliar. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp 3,5 miliar, turun dibanding semester I-2025 yang sebesar Rp 5,25 miliar.
Baca Juga: Mencermati Peluang Warga RI Berinvestasi Properti di Australia Yoshua mengungkap, pendorong pertumbuhan pendapatan pada separuh pertama tahun ini ialah peningkatan penjualan kepada customer existing, serta konversi pipeline customer baru menjadi transaksi. "Kami juga memperbesar kontribusi pendapatan berulang (
recurring revenue) melalui reagen,
consumables, dan instalasi alat baru dengan customer baru," imbuhnya.
Meskipun semester pertama menunjukkan permintaan bisnis diagnostik CHEK bertumbuh, Yoshua menyadari peningkatan belum tercermin pada
bottom line. Dus, semester kedua tahun ini disebut bakal menjadi periode yang krusial bagi CHEK untuk memperbesar pendapatan berulang dan memperluas bisnis dengan margin yang lebih baik. "Kami ingin memastikan, setiap pertumbuhan
revenue yang kami hasilkan memberikan kontribusi yang semakin nyata terhadap profitabilitas Diastika Biotekindo," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News