Dibayangi proses Brexit, poundsterling loyo



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sempat menguat hampir 1% pada Rabu (25/10), kini pasangan mata uang GBP/USD terkoreksi. Posisinya semakin terdesak ketika memasuki sesi perdagangan Eropa. Proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa ditengarai masih menjadi sentimen negatif yang membayangi pergerakan poundsterling.

Mengutip Bloomberg, Kamis (26/10) pukul 18.40 WIB, pasangan GBP/USD melemah 0,30% ke level 1,3222. Padahal sebelumnya sekitar pukul 14.12 WIB, pasangan ini hanya melemah tipis 0,17%.

“Pounsterling masih dibayangi isu Brexit jadi rentan koreksi,” ujar Wahyu Tribowo Laksono, Analis PT Central Capital Futures, Kamis (26/10).


Menurutnya, efek dari keputusan hasil referendum Brexit telah mulai mereda, tetapi bagaimanapun proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa masih tetap menghantui. Hanya saja pengaruh Brexit ini sering kali juga diabaikan karena membaiknya ekonomi Inggris dan wacana kenaikan suku bunga acuan Bank of England (BoE).

Di sisi lain, dollar Amerika Serikat (AS) menguat lantaran disokong ekpektasi kenaikan suku bunga acuan di akhir tahun. Selain suku bunga, greenback juga mendapatkan sentimen positif dari persetujuan anggaran belanja pemerintahan Trump. Hal itu semakin menguatkan kemungkinan penerapan reformasi pajak.

Secara teknikal, kata Wahyu, pasangan GBP/USD saat ini masih berada di bawah garis moving average (MA) 50, MA 100 dan MA 200 yang mengindikasikan pelemahan. Indikator moving average convergence divergence (MACD) juga berada di area negatif 0,0011. Kemudian indikator relative strength index (RSI) di level 49,64 dan stochastic di level 54,54.

Rekomendasi : buy Support : 1,3150 - 1,3100 - 1,3050 Resistance : 1,3350 - 1,3400 - 1,3450

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini