Dibayangi Sentimen Eksternal, Simak Proyeksi IHSG untuk Jumat (11/3)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham tanah air masih dibayangi sentimen dari eksternal, salah satunya tensi geopolitik di Eropa. Financial Expert Ajaib Sekuritas Muhammad Syahrizannas menilai, pelaku pasar memandang optimistis kemungkinan ada potensi de-eskalasi antara Rusia dan Ukraina. Pihak Ukrania telah memberi sinyal ingin mencari solusi diplomatik selama gencatan senjata ini.

Selain itu, pasar saham juga masih dibayangi sentimen langkah kebijakan moneter yang akan diambil oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve. Penentunya ada di data inflasi yang akan rilis nanti malam.

Kenaikan inflasi mungkin akan terjadi, mengingat mayoritas harga komoditas yang naik. Jika terjadi, maka berpotensi memberi ruang bagi The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneternya. “Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan bisa sampai 7 kali hingga 10 kali tahun ini,” terang Syahrizannas kepada Kontan.co.id, Kamis (10/3).


Baca Juga: Di Tengah Gejolak Pasar Global, Saham-Saham Ini Bisa Dicermati

Di sisi lain, pasar saham domestik masih diuntungkan oleh arus permodalan asing yang masif selama tiga sampai empat pekan ini. Imbas tensi geopolitik seharusnya minim bagi Indonesia, mengingat data-data ekonomi juga yang masih positif sejauh ini.

Dus, Syahrizannas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di rentang  6.883–6.963 pada perdagangan Jumat (11/3).

Senada, analis Phillip Sekuritas Indonesia Joshua Marcius menilai, sentimen yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG besok adalah data inflasi AS yang akan diumumkan pada malam ini. Apabila terjadi peningkatan laju inflasi yang melebihi dari proyeksi analis, hal ini dapat memberi sinyal pada Bank Sentral Negeri Paman Sam untuk meningkatkan suku bunga lebih cepat ke depannya.

“Hal ini merupakan sentimen negatif untuk pasar saham,” terang Joshua. Dus, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support  6.824 dan resistance 6.980.

Baca Juga: IHSG Masih Akan Terkerek di Bulan Maret, Bisa Tembus 7.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati