KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trans Power Marine Tbk (
TPMA) mencatatkan kinerja operasional yang relatif solid sepanjang 2025, meskipun industri pelayaran nasional masih dibayangi berbagai tantangan baik dari sisi domestik maupun global.
Direktur Trans Power Marine Rudi Sutiono menyampaikan bahwa sepanjang 2025 utilisasi armada Perseroan masih terjaga dengan baik.
Kinerja tersebut ditopang oleh kontribusi yang solid dari masing-masing departemen serta kemampuan Perseroan dalam beradaptasi dengan dinamika industri yang berlangsung sepanjang tahun lalu.
“Perseroan terus beradaptasi dengan dinamika yang terjadi sepanjang 2025 serta melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan,” ujar Rudi, kepada KONTAN, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Investor Bertambah, Modal Swasta di IKN Tembus Rp 66 Triliun Namun demikian, tekanan eksternal dinilai masih membayangi industri pelayaran hingga saat ini.
Dia melanjutkan, memasuki awal 2026, ketidakpastian geopolitik global kembali meningkat, terutama terkait isu Venezuela dan Iran yang memicu volatilitas pada sejumlah komoditas energi.
Di dalam negeri, kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan turut membuat kondisi industri pelayaran belum sepenuhnya kondusif. Dari sisi pengembangan armada, TPMA mencatat realisasi penambahan kapal yang cukup signifikan sepanjang 2025. Secara grup, Perseroan telah menerima 16 unit tug boat, 14 unit tongkang, serta 1 unit floating crane. Namun, sebagian rencana pengadaan kapal belum seluruhnya terealisasi dan dialihkan ke tahun berikutnya. “Sebagian target pengadaan kapal, sekitar 15 set, mengalami carry over ke tahun 2026,” jelas Rudi.
Dengan realisasi tersebut, hingga akhir 2025 TPMA secara grup mengoperasikan total 133 set tug boat dan tongkang serta 5 unit floating crane. Armada tersebut menjadi tulang punggung Perseroan dalam melayani kebutuhan logistik komoditas, khususnya batu bara dan nikel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News