Dibuka kembali, bursa Yunani terjun bebas



ATHENA. Bursa saham Yunani terjun bebas di hari pertama, Senin (3/8) setelah ditutup lima pekan. ASE Index merosot 19% menjadi 649,48 pada pukul 12:13 siang waktu Athena.  

Saham perbankan, yang berkontirubsi 20% dari Athens General Index, menjadi sektor paling terpukul. Saham bank komersil terbesar National Bank of Greece SA anjlok 30%, menyentuh batas volatilitas harian. Begitu juga nasib saham bank Piraeus Bank SA. 

"Mayoritas tekanan terlihat di saham-saham perbankan, di mana masih ada € 100 juta permintaan penjualan saham perbankan yang belum dieksekusi," kata Theodore Mouratidis, seorang pengamat dan pelaku pasar. Dia memperkirakan, penurunan masih akan terjadi besok. 


Luca Paolini, chief strategist di Pictet Asset Management London menilai, masih ada risiko kritis keuangan yang harus diselesaikan. Sebelum itu, pasar saham Yunani diperkirakan akan terus memburuk.

Tahun 2015, bursa Yunani sudah terjun 52%. Bursa Athena menuju penurunan enam tahun berturut-turut.

Perdagangan saham Athena diberhentikan sejak akhir Juni lalu sebagai bagian dari aksi pengendalian kapital. 

Penurunan bursa hari ini sudah diperkirakan pasar sebelumnya. Pasar khawatir negosiasi bailout Yunani dengan kreditur bisa gagal, sehingga menyebabkan pemerintah dan perbankan kekeringan uang. 

Media lokal Avgi kemarin mengutip seorang sumber, pemerintah Yunani Agustus ini berniat mencairkan tahap pertama bantuan utang € 24 miliar.

Sebesar € 10 miliar ditujukan untuk rekapitalisasi perbankan tahap awal, € 7,16 miliar untuk melunasi emergency utang talangan (bridge loan), dan € 3,2 miliar untuk membayar cicilan obligasi yang dipegang kreditur European Central Bank (ECB) dan lainnya. 

Inilah yang menyebabkan saham perbankan menjadi fokus pasar. Rekapitalisasi akan menyusutkan nilai perbankan. Apalagi, perbankan Yunani diyakini tidak akan mencetak laba tahun ini, sebaliknya kredit macet yang memburuk. 

Prospek ekonomi yang buruk juga memperburuk suasana pasar. Komisi Eropa mengatakan, ekonomi Yunani akan menyusut 2%-4% tahun ini. 

Editor: Sanny Cicilia