Dibuka Menguat, Begini Proyeksi IHSG Hari Ini (27/4)



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat. Berdasarkan pantauan Kontan pukul 10.16 WIB, IHSG menguat 0,42% ke level 7.159. 

Sebelumnya, dalam sepekan lalu (periode 20–24 April 2026) IHSG mencatatkan koreksi tajam sebesar 6,61% dan akhirnya IHSG ditutup pada level 7.129,49 pada akhir perdagangan, Jumat, 24 April 2026. 

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, IHSG ditutup turun tajam pada Jumat lalu, turun 249 poin (lebih dari 3%), tertekan oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham berkapitalisasi besar di tengah beberapa katalis negatif, termasuk pelemahan rupiah yang memicu arus keluar modal, keputusan MSCI untuk membekukan sementara konstituen Indonesia, kekhawatiran atas defisit fiskal yang melebar, dan ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan. 


Baca Juga: Dharma Satya Nusantara (DSNG) Catat Produksi TBS 492.000 Ton per Kuartal I 2026

“IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam range 7.000 – 7.300,” ujar Wafi dalam risetnya pada Senin (27/4/2026). 

Wafi menambahkan, penurunan tajam memicu aksi speculative buy, ditopang sentimen positif rekor Nasdaq dan S&P 500 serta BI Rate yang tetap 4,75%, meski tekanan geopolitik dan pelemahan rupiah masih membatasi penguatan.

Di sisi lain, rupiah rawan tertekan dalam rentang fluktuasi Rp 17.200 – Rp 17.350 per Dolar AS. Ketidakpastian geopolitik Timur Tengah, ancaman lonjakan harga minyak dunia, serta kekhawatiran beban fiskal domestik masih membayangi pergerakan mata uang Garuda. 

Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari menjelaskan, penurunan signifikan ini dipicu oleh eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu stabilitas pasar global, sehingga memicu lonjakan harga minyak mentah serta meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global yang berkepanjangan. 

"Kondisi eksternal tersebut juga berdampak langsung pada pelemahan nilai tukar Rupiah yang terdepresiasi drastis hingga menyentuh All Time Low di Rp17.315/USD akibat derasnya aliran modal keluar (outflow) yang masif dari pasar keuangan domestik,“ ujar Brigita dalam keterangannya, Senin (27/4/2026). 

Terkait proyeksi IHSG, Brigita memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan konsolidasi hingga melemah, seiring sentimen global yang didominasi aksi risk-off serta tekanan pada nilai tukar Rupiah yang memicu outflow modal asing. 

Baca Juga: Cek Proyeksi IHSG untuk Pekan Ini dan Rekomendasi Sahamnya

Secara teknikal, pasca penutupan akhir pekan (24/4/2026) di level 7.129, indeks saat ini berada di area oversold setelah berhasil menutup gap pada kisaran 7.308–7.346.

Kondisi ini membuka peluang terjadinya technical rebound jangka pendek, meskipun ruang penguatannya diprediksi terbatas mengingat struktur tren jangka pendek yang masih dalam fase bearish

“Fokus pasar kini tertuju pada pengujian support krusial di rentang 7.100–7.150. Apabila level ini gagal dipertahankan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menutup gap berikutnya di area 7.022–7.080 hingga menguji support psikologis di sekitar 6.917,” jelas Brigita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News