Dibuka menguat, IHSG tutup negatif di sesi I



JAKARTA. Sempat naik hingga 5.843,17, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 1,11 poin atau 0,02% ke level 5.818,02 pada sesi I. Meski indeks turun, hanya empat sektor turun dari 10 sektor di bursa.

Sektor infrastruktur mencatat penurunan 0,56%, disusul sektor pertambangan 0,43%, sektor aneka industri 0,19%, dan sektor finansial 0,07%. Enam sektor justru masih menghijau dengan kenaikan tertinggi sektor konstruksi 0,37%, barang konsumen 0,35%, industri dasar 0,27%, perkebunan 0,25% manufaktur 0,23%, dan sektor perdagangan 0,08%.

Sebanyak 147 saham menguat dengan 141 saham melemah dan 120 saham stagnan. Harga sham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menjadi anggota LQ45 dengan kenaikan tertinggi, yakni 1,38%, disusul oleh saham PT Waskita KaryaTbk (WSKT) yang naik 1,37% dan sanam PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 1,31%.


Sedangkan top losers LQ45 hingga siang ini adalah saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang turun 2,56%, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) 1,61% dan saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang turun 1,40%.

Total nilai transaksi bursa mencapai Rp 2,46 triliun dengan volume 3,37 miliar saham. Investor asing masih mencatat penjualan bersih Rp 392,65 miliar di seluruh pasar. Penjualan bersih di pasar reguler mencapai Rp 312,75 miliar.

Asing mencatat penjualan bersih tertinggi pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 165,4 miliar, disusul PT Astra International Tbk (ASII) Rp 107,5 miliar dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 28,9 miliar.

Meski demikian, masih ada pembelian bersih asing pada saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar Rp 10,6 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 9,8 miliar dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) senilai Rp 6,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati