Diburu investor, obligasi Bank KB Bukopin (BBKP) kelebihan permintaan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) tengah fokus melakukan penguatan modal melalui penerbitan surat utang. Buktinya, penawaran obligasi yang dilakukan perusahaan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed

Karena itu, dalam waktu dekat, Bukopin juga akan menggelar rights issue

Asal tahu saja, Bank Bukopin sudah selesai menggelar penawaran Obligasi Berkelanjutan I KB Bukopin Tahap I senilai Rp 1 triliun dengan kupon 6,25%. Perbankan ini juga menawarkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III KB Bukopin Tahap I Tahun 2021 yang terdiri dari dua seri yang total nilainya Rp 1 triliun. 


Di mana, untuk obligasi subordinasi seri A dengan kupon 8,00% memiliki nilai pokok Rp 315 miliar. Sedangkan obligasi subordinasi seri B dengan nilai pokok Rp 685 miliar memiliki kupon 8,90%.

Hingga saat ini, KB Bukopin berhasil membukukan pesanan surat utang tersebut dengan nominal yang melebihi ekspektasi dari alokasi penerbitan. Untuk jumlah pokok obligasi berkelanjutan yang berhasil dihimpun mencapai Rp 1,413 triliun. Lalu jumlah pokok Obligasi Subordinasi Seri A mencapai Rp 357,5 miliar, dan jumlah pokok Obligasi Subordinasi Seri B mencapai Rp 734,5 miliar. 

Baca Juga: Bank KB Bukopin (BBKP) rights issue, kepemilikan Bosowa dipastikan bakal terdilusi

 
BBKP Chart by TradingView

“Kami yakin dengan rating Obligasi yang sangat baik (AAA), kupon imbal hasil yang bersaing di pasar, serta dukungan penuh KB Kookmin Bank dan KB Financial Group, dana yang kami targetkan dapat tercapai,” ujar Director Of Finance Bank KB Bukopin, Seng Hyup Shin dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Jumat (10/9). 

Lanjutnya, KB Bukopin memiliki peringkat idAAA dari Fitch Indonesia dan Pefindo. Penerbitan kedua surat utang ini merupakan obligasi yang perdana diterbitkan Perseroan sejak KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali. 

Tidak hanya penerbitan surat utang dalam aksi korporasi di tahun 2021 ini, dalam waktu dekat KB Bukopin an juga berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas ke VI (PUT VI). Hal tersebut merupakan upaya perusahaan dalam memperkuat posisi permodalan di tengah kondisi pandemi yang melanda. 

Rencananya PUT VI akan dilangsungkan di awal kuartal III-2021 dengan jumlah lembar saham baru yang akan diterbitkan sebanyak 35 miliar lembar seri B. 

President Director KB Bukopin Chang Su Choi bilang, dana yang akan dihimpun nantinya dari kedua aksi korporasi tersebut akan mampu mendongkrak rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sekaligus sebagai bekal dalam melakukan ekspansi bisnis dalam waktu dekat. 

“Seluruh dana yang akan dihimpun dari aksi korporasi akan kami manfaatkan untuk penguatan modal dan ekspansi bisnis dalam waktu dekat,” pungkas Choi.

Selanjutnya: Dorong kemajuan industri asuransi jiwa, AAJI lakukan transformasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari