KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah saham emiten Indonesia resmi keluar dari indeks FTSE Russell efektif mulai Senin (22/6). Perubahan tersebut berpotensi memicu tekanan jual jangka pendek akibat keluarnya dana pasif yang mengikuti indeks acuan tersebut. Dalam hasil peninjauan terbarunya, FTSE Russell menghapus saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index. Selain itu, FTSE juga mencoret saham PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) dari FTSE Global Equity Index Series Micro Cap Index.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi menilai eksklusi dari indeks FTSE yang mulai berlaku hari ini berpotensi memicu arus keluar dana pasif (passive outflow) dan tekanan terhadap harga saham dalam jangka pendek.
Baca Juga: Simak Alasan FTSE Russell Depak Empat Saham Indonesia Mulai 22 Juni "Setelah forced selling selesai, prospek masing-masing saham akan kembali ditentukan oleh fundamental perusahaan," ujar Wafi kepada Kontan, Senin (22/6/2026). Menurut Wafi, masing-masing emiten menghadapi tantangan yang berbeda. GOTO masih menempuh perjalanan panjang menuju profitabilitas yang berkelanjutan. Sementara itu, NCKL masih dibayangi kondisi kelebihan pasokan (oversupply) nikel global yang menekan prospek harga komoditas tersebut. Di sisi lain, DOID dinilai memiliki fundamental yang relatif lebih defensif berkat bisnis jasa pertambangan dan kontrak yang masih solid. Adapun CNMA dipandang paling rentan terhadap penurunan likuiditas perdagangan setelah keluar dari indeks FTSE.
Baca Juga: FTSE Russell Rilis Pengumuman Penting di Sabtu (23/5), Apa Efeknya ke IHSG? Dari keempat saham tersebut, Wafi menilai DOID menjadi pilihan yang paling menarik. Menurutnya, dampak arus keluar dana pasif diperkirakan tidak sebesar saham lain karena hanya dikeluarkan dari indeks Micro Cap, sementara prospek bisnisnya masih ditopang oleh kinerja sektor jasa pertambangan. "NCKL juga menarik untuk jangka menengah apabila harga nikel pulih. Namun hingga saat ini persoalan oversupply global masih belum terselesaikan," kata Wafi.
Pada penutupan perdagangan Senin (22/6), saham DOID ditutup menguat 2,94% ke level Rp 210 per saham. NCKL juga naik 0,58% menjadi Rp 870 per saham. Sebaliknya, saham CNMA terkoreksi 2,27% ke level Rp 86 per saham, sedangkan GOTO bergerak stagnan di level Rp 50 per saham. Wafi menjagokan tiga saham untuk dicermati investor pada pekan ini. Pertama, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga Rp 7.000–Rp 7.100 per saham. Kedua, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) dengan target harga Rp 1.785–Rp 1.890 per saham. Ketiga, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang diproyeksikan bergerak menuju target harga Rp 2.660–Rp 2.760 per saham.
Baca Juga: FTSE Russell Akan Rilis Pengumuman Penting, Ini Saham Big Caps yang Bisa Terdampak Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News