JAKARTA. Aksi demo besar-besaran para pengemudi yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) bertujuan mendesak pemerintah membekukan transportasi berbasis online, seperti Uber dan GrabCar. Menanggapi aksi dan tuntutan ini, Public Relation Manager GrabBike Indonesia Dewi Nuraini menegaskan, pihaknya merupakan perusahaan teknologi yang menghubungkan pengemudi dan penumpang. Bukan operator layanan transportasi yang punya armada. "Kami ingin mengklarifikasi bahwa kami bukanlah operator layanan transportasi dan kami tidak memiliki kendaraan atau armada apa pun. Kami bekerja sama dengan perusahaan penyedia transportasi independen dalam menghantarkan layanan GrabTaxi, GrabCar, GrabBike, dan GrabExpress kepada para pelanggan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (22/3).
Didemo, ini jawaban Grab Indonesia
JAKARTA. Aksi demo besar-besaran para pengemudi yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) bertujuan mendesak pemerintah membekukan transportasi berbasis online, seperti Uber dan GrabCar. Menanggapi aksi dan tuntutan ini, Public Relation Manager GrabBike Indonesia Dewi Nuraini menegaskan, pihaknya merupakan perusahaan teknologi yang menghubungkan pengemudi dan penumpang. Bukan operator layanan transportasi yang punya armada. "Kami ingin mengklarifikasi bahwa kami bukanlah operator layanan transportasi dan kami tidak memiliki kendaraan atau armada apa pun. Kami bekerja sama dengan perusahaan penyedia transportasi independen dalam menghantarkan layanan GrabTaxi, GrabCar, GrabBike, dan GrabExpress kepada para pelanggan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (22/3).