Didera aksi jual, IHSG loyo awali bulan Mei



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali bulan Mei ini berada di zona merah, Senin (2/5). Mengacu data RTI, indeks berakhir terkoreksi 0,63% atau 30,264 poin ke level 4.808,319. 

Tercatat 192 saham bergerak turun, 135 saham bergerak naik, dan 73 saham stagnan. Sepanjang perdagangan hari ini melibatkan 4,24 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,19 triliun.

Sembilan dari 10 indeks sektoral memerah, menyeret indeks. Sektor infrastruktur memimpin penurunan 2,30% dan diikuti konstruksi 1,51%, industri dasar 1,45%, serta pertambangan turun 1,39%. Sementara, hanya sektor barang konsumsi yang menghijau atau naik 0,42%.


Aksi jual asing membebani perdagangan awal pekan ini. Net sell asing di pasar reguler sebesar Rp 511,900 miliar dan net sell asing  keseluruhan perdagangan mencapai Rp 503,845 miliar.

Saham-saham yang masuk top losers LQ45 antara lain; PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) turun 6,38% ke Rp 2.200, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun 4,86% ke Rp 1.760, dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) turun 4,47% ke Rp 1.495.

Saham-saham yang mauk top gainers LQ45 antara lain; PT Global Mediacom Tbk (BMTR) naik 4,31% ke Rp 1.210, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 3,39% ke Rp 71.600, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik 3,25% ke Rp 8.725.

Sentimen sell on May mewarnai perdagangan awal pekan ini. IHSG dan bursa Asia didera aksi jual.  

Salah satu penyebabnya adalah keperkasaan yen terhadap dollar AS. Bahkan penguatan dua hari yen merupakan yang terbesar sejak krisis finansial global. Kondisi ini mendorong bank sentral Jepang untuk menambah stimulus.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 1,3 % menjadi 129,55 pada pukul 16:14 sore di Tokyo, Senin (2/5). Indeks Topix Jepang jatuh 3 % setelah yen mencatatkan penguatan terbesar dalam dua hari terhadap greenback sejak krisis keuangan global pada hari Jumat, didorong oleh keputusan bank sentral untuk tidak menambah stimulus.

Dua pasar saham terbesar di Asia, Jepang dan China, berada di antara pemain terburuk di dunia tahun ini karena bank sentral menunjukkan keengganan untuk meningkatkan langkah-langkah dalam mendorong perekonomian.

Sementara itu, indeks S & P / ASX 200 Australia kehilangan 0,2 % di mana sektor saham keuangan turun mencapai 1,6 %. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,8 % dan Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,7 %. Indeks Stoxx Europe 600 sedikit berubah, setelah jatuh 2,1 % pada hari Jumat.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto