Didorong Inovasi, Pendapatan Daya-Varia (DVLA) Tumbuh 9,3% pada Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) mencatatkan kinerja yang bervariasi pada awal tahun ini. Meskipun pendapatan tumbuh pada kuartal I-2026, laba bersih tercatat menurun.

Berdasarkan laporan keuangannya, pada kuartal I-2026, pendapatan DVLA tumbuh 9,3% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 594,79 miliar dari sebesar Rp 544,29 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut manajemen, pertumbuhan pendapatan ini didukung oleh kekuatan merek, portofolio produk yang solid, serta kepercayaan konsumen yang terus terjaga.


Baca Juga: Wacana Kenaikan Harga DMO Batubara Kembali Menguat, Ini Dampak bagi PLN dan Tambang

Meskipun demikian, dari bottom line, laba tahun periode yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk DVLA turun 29,9% yoy ke Rp 55,3 miliar dari Rp 78,86 miliar pada kuartal I-2025.

Adapun per akhir Maret 2026, total aset DVLA meningkat menjadi Rp 2,52 triliun dari Rp 2,35 triliun, dengan kas dan setara kas sebesar Rp 467,06 milar. Hal ini dinilai mencerminkan likuiditas yang kuat untuk mendukung ekspansi dan inisiatif strategis ke depan.

Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk Ian Kloer menjelaskan, perusahaan juga memperkuat pipeline inovasi melalui peluncuran produk-produk baru di awal tahun ini. 

Pada kategori cough & cold dan nutrisi, perusahaan meluncurkan Natur-E Glothione, Natur-E Skin Start Hand & Body Lotion, serta Paratusin DMP guna memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sebagai bagian dari transformasi jangka panjang, Ian menambahkan, perusahaan juga resmi meluncurkan DiViLab, sebuah produk alat kesehatan terintegrasi yang menandai ekspansi ke segmen medical technology dan connected healthcare. 

Melalui DiViLab, DVLA juga menghadirkan solusi pemantauan kesehatan berbasis internet of things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), termasuk varian DiViLab Optima 4-in-1 dan DiViLab CORE 3-in-1. 

"Berangkat dari fondasi manufaktur yang kuat, perusahaan bertransformasi menjadi integrated healthcare solution company yang tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga solusi kesehatan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat," kata Ian dalam keterangan resmi, Sabtu (20/6/2026).

Baca Juga: Pembukaan Kembali Selat Hormuz Jadi Angin Segar bagi Industri Manufaktur Nasional

Dengan fondasi yang kuat tersebut, DVLA optimistis dapat mengejar pertumbuhan pendapatan pada kisaran 7% hingga 9% di tahun 2026.

Ke depan, perusahaan bakal melanjutkan momentum pertumbuhan dengan fokus pada pengembangan produk bernilai tambah, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan kapabilitas manufaktur dan ekspansi pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News