Didorong Investor China, Permintaan Gudang Logistik Jabodetabek Cetak Rekor Tertinggi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar pergudangan logistik di kawasan Jabodetabek menunjukkan performa yang menggembirakan di sepanjang 2025. Hal ini salah satunya didorong oleh masifnya investasi asal China, khususnya pada sektor manufaktur. 

JLL Indonesia mencatat, lonjakan permintaan ruang logistik di sepanjang 2025 mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai hampir 500.000 meter persegi. Angka ini melampaui rekor sebelumnya pada 2023.

Head of Research JLL Indonesia, James Taylor, menyebutkan performa positif ini tercermin dari peningkatan tingkat hunian, dari  90% di  kuartal pertama menjadi 96% pada kuartal keempat 2025, menjadi salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. 


Baca Juga: Rumah Tapak Harga Rp 600 Juta-Rp 1,3 Miliar di Jabodetabek Paling Diminati

“Saya rasa tidak ada pasar di kawasan ini yang mencatat tingkat permintaan mendekati Indonesia pada 2025,” ungkap James, dalam Media Briefing, pada Kamis (12/2/2026). 

Country Head and Head of Logistics & Industrial JLL Indonesia Farazia Basarah menuturkan, investor asal China tidak hanya membeli lahan untuk dikembangkan sendiri, mreka juga kini aktif menyerap produk siap pakai, mulai dari gudang modern hingga rental building factory untuk kebutuhan produksi ringan.

“Investor dan okupier dari China tidak hanya membeli lahan lalu membangun sendiri, tetapi juga mencari produk yang sudah siap pakai,” jelasnya.

Menurut Farazia, ruang yang banyak dicari saat ini antara lain gudang yang dapat dikonversi menjadi rental building factory atau digunakan untuk produksi skala ringan. 

Kondisi tersebut sejalan dengan kehadiran industri elektronik, e-commerce, hingga peralatan rumah tangga (home appliances) asal China yang cukup agresif di Indonesia sejak tahun lalu, dalam mencari bangunan siap pakai di Indonesia

Di sisi lain, tren ekspansi ini juga tidak hanya sebatas penyewa. Sejumlah developer asal China mulai mengembangkan kawasan industri dan pergudangan sendiri di Indonesia, sambil  membawa tenant dari negaranya untuk beroperasi di dalam kawasan tersebut.

Baca Juga: Pelindo Optimalkan Tol Cibitung–Cilincing untuk Tekan Biaya Logistik

“Di China mereka sudah memiliki rekam jejak sebagai developer kawasan industri. Pola itu kini dibawa ke Indonesia,” kata Farazia.

Secara geografis, permintaan paling banyak terkonsentrasi di koridor timur Jakarta, mencakup Bekasi dan Karawang. Kawasan ini dinilai paling diminati oleh para okupier yang mencari ruang logistik modern dengan akses infrastruktur memadai.

Data JLL menunjukkan, dua proyek baru masuk pasar pada kuartal terakhir di Jakarta dan Karawang dengan tambahan pasokan sekitar 38.000 meter persegi. 

Selanjutnya: Anggota DPR AS Tolak Manuver Partai Republik Tunda Pemungutan Suara Tarif Trump

Menarik Dibaca: Makuku Luncurkan Comfort Fit, Popok Tipis Anti Bocor untuk Anak Aktif Sepanjang Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News